KAHMI Perlu Ambil Peran Strategis Atasi Ancaman Krisis Pangan

Sabtu, 05 November 2022 - 14:41 WIB
loading...
KAHMI Perlu Ambil Peran Strategis Atasi Ancaman Krisis Pangan
Guru Besar Ekonomi Politik Universitas Hasanuddin Prof Imam Muhahidin Fahmid menilai KAHMI perlu mengambil peran strategis dalam mengatasi ancaman krisis pangan. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( KAHMI ) diminta bisa mengambil peran strategis dalam mengatasi ancaman krisis pangan . Adapun ancaman krisis pangan menjadi permasalahan saat ini yang dihadapi semua negara di dunia termasuk Indonesia.

“Kita ingin KAHMI bisa tampil memberi solusi persoalan pangan. Secara internal kita harus menunjukkan keberpihakan yang jelas dalam mengatasi persoalan (pangan) ini,” kata Guru Besar Ekonomi Politik Universitas Hasanuddin Prof Imam Muhahidin Fahmid, Sabtu (5/11/2022).

Dia menyampaikan pandangan itu sebagai salah satu bakal calon Presidium Nasional dalam Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI yang bakal digelar pada 24-28 November 2022 di Palu, Sulawesi Tengah.

Baca juga: KTT G20 Diharapkan Lahirkan Kesepakatan Ketersediaan Pangan



“Jika terpilih menjadi pimpinan kolektif KAHMI, maka salah satu yang akan kami jadikan isu utama adalah soal pangan. Sebab itu menjadi diskursus penting yang harus diketahui publik,” tutur Prof Imam.

Dia menilai krisis pangan telah menjadi isu yang sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi dunia. Perubahan iklim dan berbagai konflik geopolitik turut memberi kontribusi besar terhadap logistik dan distribusi pangan di seluruh dunia.

“Persoalan pangan, termasuk energi akan mengancam kehidupan kemanusiaan kalau tidak diselesaikan,” imbuhnya.

Menurutnya, bangsa ini tidak tidak boleh bergantung pada negara-negara lain dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan. Adanya sejumlah komoditas pangan yang masih harus diimpor sangat disayangkan, sehingga mempengaruhi neraca perdagangan negara.

“Sejumlah komoditas masih kita impor, seperti kedelai, daging, jagung, dan bawang putih. Ke depan semua itu harus ikuti jejak beras yang sudah tiga atau empat tahun ini sudah tidak impor lagi alias kita sudah swasembada beras,” ujarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3495 seconds (11.97#12.26)