Misi Rahasia Jenderal LB Moerdani yang Mengharuskannya Jalin Hubungan Terlarang dengan Israel
Sabtu, 05 November 2022 - 05:35 WIB
loading...
A
A
A
”Kami awalnya terbang ke Frankfurt menggunakan Lufthansa. Setelah beberapa kali ganti pesawat akhirnya tiba di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv. Di sana para pilot langsung digiring petugas tanpa sempat menyerahkan surat jalan laksana paspor. Betapa hebatnya agen rahasia Mossad yang dapat cepat mengenali penumpang gelap tanpa paspor,” ucapnya.
Latihan terbang para pilot dalam Operasi Alpha berakhir pada 20 Mei 1980. Para penerbang gembira tapi tak lama, karena brevet dan ijazah pendidikan selama enam bulan dibakar oleh perwira intelijen penghubung di depan mata mereka. Tidak hanya itu, seluruh barang milik para penerbang juga dibakar termasuk peta navigasi dan peta perjalanan. ”Mereka berpesan tidak ada bukti kalau kalian pernah ke sini,” kata Djoko.
Dalam buku “Benny Moerdani yang Belum Terungkap” disebutkan selesai mengikuti pendidikan, para penerbang pulang ke Indonesia melalui Washington, selama dua pekan mereka diajak keliling Amerika, tidur di sepuluh hotel dan mencoba berbagai moda transportasi. Mereka juga diwajibkan mengirim kartu ke pos ke Indonesia. Selanjutnya, para penerbang ke Arizona, masuk pangkalan US Marine Corps, Yuma Air Station.
Selama tiga hari, para penerbang menjalani pelatihan. Pada hari terakhir, mereka diwajibkan foto seolah-olah baru diwisuda dan menerima ijazah versi Marine Corps. Salah satu pose wajibnya adalah berdiri di depan pesawat tempur A-4E Skyhawk milik Amerika Serikat. ”Ini sebagai kamuflase intelijen,” kata Djoko. Baca juga: Bahas Kekuatan Kopassus, LB Moerdani ke Sintong Panjaitan: Kamu Jangan Ngajari Saya!
Indonesia akhirnya berhasil membeli pesawat tempur milik Israel tersebut. Setelah kembali ke Indonesia, para penerbang memamerkan Skyhawk ke publik pada peringatan HUT ABRI pada 5 Oktober 1980.
Latihan terbang para pilot dalam Operasi Alpha berakhir pada 20 Mei 1980. Para penerbang gembira tapi tak lama, karena brevet dan ijazah pendidikan selama enam bulan dibakar oleh perwira intelijen penghubung di depan mata mereka. Tidak hanya itu, seluruh barang milik para penerbang juga dibakar termasuk peta navigasi dan peta perjalanan. ”Mereka berpesan tidak ada bukti kalau kalian pernah ke sini,” kata Djoko.
Dalam buku “Benny Moerdani yang Belum Terungkap” disebutkan selesai mengikuti pendidikan, para penerbang pulang ke Indonesia melalui Washington, selama dua pekan mereka diajak keliling Amerika, tidur di sepuluh hotel dan mencoba berbagai moda transportasi. Mereka juga diwajibkan mengirim kartu ke pos ke Indonesia. Selanjutnya, para penerbang ke Arizona, masuk pangkalan US Marine Corps, Yuma Air Station.
Selama tiga hari, para penerbang menjalani pelatihan. Pada hari terakhir, mereka diwajibkan foto seolah-olah baru diwisuda dan menerima ijazah versi Marine Corps. Salah satu pose wajibnya adalah berdiri di depan pesawat tempur A-4E Skyhawk milik Amerika Serikat. ”Ini sebagai kamuflase intelijen,” kata Djoko. Baca juga: Bahas Kekuatan Kopassus, LB Moerdani ke Sintong Panjaitan: Kamu Jangan Ngajari Saya!
Indonesia akhirnya berhasil membeli pesawat tempur milik Israel tersebut. Setelah kembali ke Indonesia, para penerbang memamerkan Skyhawk ke publik pada peringatan HUT ABRI pada 5 Oktober 1980.
(kri)
Lihat Juga :