Prabowo Sebut TNI AL Penentu Hidup dan Mati Bangsa Indonesia

Kamis, 03 November 2022 - 12:46 WIB
loading...
Prabowo Sebut TNI AL Penentu Hidup dan Mati Bangsa Indonesia
Menhan Prabowo Subianto saat mengunjungi Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara, Kamis (3/11/2022). FOTO/MPI/RIANA RIZKIA
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia merupakan negara kepulauan. Karena itu, hidup dan mati Nusantara, bersandar pada TNI Angkatan Laut sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara.

"Ini adalah masalah hidup dan mati bangsa Indonesia. Karena itu Kemenhan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, kita bertekad untuk terus memperkuat kekuatan Angkatan Laut kita," kata Prabowo di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara, Kamis (3/11/2022).

"Angkatan Laut yang kuat adalah mutlak diperlukan oleh negara seperti Republik Indonesia. Kita adalah negara kepulauan, hidup kita tergantung dari komunikasi, dari jalur-jalur laut yang bebas dan yang harus kita kuasai," sambungnya.



Prabowo menilai kekuatan TNI AL merupakan kebanggaan rakyat Indonesia. Ia pun meminta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono untuk menyampaikan rasa bangganya terhadap prajurit TNI AL.

"Rasa bangga ini perlu disampaikan kepada para prajurit dengan perjuangan yang ekstrem. Prajurit yang harus mengarungi samudera berbahaya dan mengabdi tulus pada bangsa Indonesia," ucapnya.

"KSAL, sampaikan rasa bangga kita semua, rasa bangga seluruh rakyat Indonesia terhadap pelautnya, di mana pun kalian bertugas, kalian mengarungi samudera dengan bahaya, kalian berbulan-bulan meninggalkan keluarga, mengabdi dengan tulus kepada negara bangsa dan rakyat kita," sambungnya.

Baca juga: 905 Perusahaan dari 59 Negara Pamer Alutsista Canggih di Indo Defence

Prabowo menegaskan, pemerintah bertekad mendukung TNI AL dengan perlengkapan yang baik. "Kita bangga dan kita bertekad bahwa kalian akan kita dukung dengan sekuat tenaga kita, dengan perlengkapan yang baik dan kondisi pengabdian yang baik pula," katanya.
(abd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2170 seconds (10.177#12.26)