Maknai Hari Sumpah Pemuda, Perindo: Anak Muda Harus Kuasai Teknologi dan Pancasila
Minggu, 30 Oktober 2022 - 18:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, RPA Perindo: Kesatuan Anak Bangsa Menuju Indonesia Sejahtera
Menurut Diska, awareness atau kesadaran harus dipupuk sejak dini. Banyaknya anak-anak muda yang termakan hoaks karena mereka tidak memfilter atau menyaring informasi yang mereka terima. Apalagi sekarang ada media sosial (medsos), sehingga edukasi mengenai kemajuan teknologi sejak dini itu menjadi penting.
Juga awareness mengenai jati diri bangsa yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Diska menambahkan, itu merupakan hal yang sangat penting dan mendasar, khususnya mengenai Pancasila. Faktanya, hari ini banyak anak-anak muda tidak tahu Pancasila dan makna dari setiap sila dan lambangnya. Jadi ada keseimbangan antara teknologi dan juga ideologi Pancasila sebagai jati diri bangsa.
“Sempat saya liat di sosmed ditanya anak gitu aja pohon beringin dibilang pohon angker lucu, makannya sejak dini itulah yang harus kita ajarkan Apa makna dari teknologi itu dan kita harus sisipkan juga ideologi-ideologi Pancasila kita juga,” tegasnya.
Apalagi, pada 2030 ini Indonesia akan mengalami bonus demografi di mana lebih dari 60% rakyatnya berada di usia produktif. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah untuk mempersiapkan sejak dini. Karena banyak generasi penerus bangsa yang lupa bahkan tidak mempersiapkan dirinya untuk masa mendatang. “Pemerintah belum maksimal mewadahi sumber-sumber pengetahuan untuk penerus-penerus bangsa itu tersebut. Itulah makanya banyak yang kurang,” ungkapnya.
Menurut Diska, awareness atau kesadaran harus dipupuk sejak dini. Banyaknya anak-anak muda yang termakan hoaks karena mereka tidak memfilter atau menyaring informasi yang mereka terima. Apalagi sekarang ada media sosial (medsos), sehingga edukasi mengenai kemajuan teknologi sejak dini itu menjadi penting.
Juga awareness mengenai jati diri bangsa yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Diska menambahkan, itu merupakan hal yang sangat penting dan mendasar, khususnya mengenai Pancasila. Faktanya, hari ini banyak anak-anak muda tidak tahu Pancasila dan makna dari setiap sila dan lambangnya. Jadi ada keseimbangan antara teknologi dan juga ideologi Pancasila sebagai jati diri bangsa.
“Sempat saya liat di sosmed ditanya anak gitu aja pohon beringin dibilang pohon angker lucu, makannya sejak dini itulah yang harus kita ajarkan Apa makna dari teknologi itu dan kita harus sisipkan juga ideologi-ideologi Pancasila kita juga,” tegasnya.
Apalagi, pada 2030 ini Indonesia akan mengalami bonus demografi di mana lebih dari 60% rakyatnya berada di usia produktif. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah untuk mempersiapkan sejak dini. Karena banyak generasi penerus bangsa yang lupa bahkan tidak mempersiapkan dirinya untuk masa mendatang. “Pemerintah belum maksimal mewadahi sumber-sumber pengetahuan untuk penerus-penerus bangsa itu tersebut. Itulah makanya banyak yang kurang,” ungkapnya.
(cip)
Lihat Juga :