Stafsus Presiden Sampaikan Tantangan Bonus Demografi dengan Inovasi
Minggu, 30 Oktober 2022 - 01:32 WIB
loading...
Stafsus Presiden, Diaz Hendropriyono saat menyampaikan orasi ilmiah saat Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan sekaligus Wisuda Sarjana/Pascasarjana tahun 2022, Sabtu (29/10/2022). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Diaz Hendropriyono menyampaikan, di era yang serba digital seperti saat ini dibutuhkan pola hidup baru dengan mengedepankan dukungan penelitian.
Hal itu disampaikan Diaz saat menyampaikan orasi ilmiah saat Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan sekaligus Wisuda Sarjana/Pascasarjana tahun 2022, Sabtu (29/10/2022).
Dengan tema Transformasi Sumberdaya Millenial Indonesia di Era Digital untuk Indonesia Maju, Diaz mengatakan, pola hidup baru diperlukan mengingat Indonesia diprediksi mengalami bonus demografi. Sedangkan, daya dukung bumi terbatas.
"Aktivitas kehidupan dan perilaku manusia yang mengalami peningkatan, baik jumlah populasi maupun angka harapan hidup, telah signifikan mengotori bumi sehingga mengancam keberlangsungan makhluk hidup ke depannya," katanya.
Diaz pun menegaskan, dibutuhkan inovasi-inovasi di berbagai sektor kehidupan sebagai solusi yang tidak memerlukan banyak lahan dan air sekaligus tidak menimbulkan banyak gas emisi.
"Bukan hanya perubahan perilaku, tetapi perlu adanya dorongan untuk riset agar ada inovasi-inovasi di sektor pangan, agrikultur, transportasi, retail, hingga tempat tinggal," ujar Diaz.
Oleh karenanya, Diaz juga menyampaikan bahwa kendaraan listrik, khususnya motor listrik, salah satu contoh yang tengah dikembangkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebagai bentuk inovasi di sektor transportasi.
Hal itu disampaikan Diaz saat menyampaikan orasi ilmiah saat Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan sekaligus Wisuda Sarjana/Pascasarjana tahun 2022, Sabtu (29/10/2022).
Dengan tema Transformasi Sumberdaya Millenial Indonesia di Era Digital untuk Indonesia Maju, Diaz mengatakan, pola hidup baru diperlukan mengingat Indonesia diprediksi mengalami bonus demografi. Sedangkan, daya dukung bumi terbatas.
"Aktivitas kehidupan dan perilaku manusia yang mengalami peningkatan, baik jumlah populasi maupun angka harapan hidup, telah signifikan mengotori bumi sehingga mengancam keberlangsungan makhluk hidup ke depannya," katanya.
Diaz pun menegaskan, dibutuhkan inovasi-inovasi di berbagai sektor kehidupan sebagai solusi yang tidak memerlukan banyak lahan dan air sekaligus tidak menimbulkan banyak gas emisi.
"Bukan hanya perubahan perilaku, tetapi perlu adanya dorongan untuk riset agar ada inovasi-inovasi di sektor pangan, agrikultur, transportasi, retail, hingga tempat tinggal," ujar Diaz.
Oleh karenanya, Diaz juga menyampaikan bahwa kendaraan listrik, khususnya motor listrik, salah satu contoh yang tengah dikembangkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebagai bentuk inovasi di sektor transportasi.
Lihat Juga :