Soroti Kekerasan Berbasis Gender Online, Grace Natalie: Daya Rusaknya Besar Sekali
Sabtu, 21 September 2024 - 15:45 WIB
loading...
Staf Khusus Presiden (SKP) Grace Natalie menyoroti Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Staf Khusus Presiden (SKP) Grace Natalie menyoroti Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia. Menurutnya, fenomena ini memiliki daya destruksi atau kerusakan yang besar sekali.
Hal ini dikatakan Grace dalam focus group discussion bertema Kekerasan Berbasis Gender Online, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 17 September 2024. “KBGO ini sangat harus kita perhatikan dan cegah. Daya destruksinya besar sekali karena ada jejak digital yang sangat sulit dihapus dan bisa menimpa siapa saja. Makin merusak karena sebagian menggunakan artificial intelligence," kata Grace dalam keterangannya, Sabtu (21/9/2024).
Grace mengungkapkan, di seputaran Jakarta saja, data LBH APIK Jakarta menunjukkan ada 250 kasus yang dilaporkan pada 2023. “Diyakini jumlah kasus jauh lebih tinggi karena biasanya korban tak melapor dengan berbagai sebab, termasuk enggan terjerat sebagai pelaku di UU ITE dan UU Pornografi," jelasnya.
Baca juga: Kekerasan Berbasis Gender Online Jadi Ancaman Serius Bagi Perempuan
Sementara, dalam diskusi tersebut, perwakilan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kompol Jeffrey Bram mengatakan, motif KBGO sudah mulai bergeser, dari motif asmara kini menjadi banyak dilatarbelakangi upaya pemerasan.
Hal ini dikatakan Grace dalam focus group discussion bertema Kekerasan Berbasis Gender Online, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 17 September 2024. “KBGO ini sangat harus kita perhatikan dan cegah. Daya destruksinya besar sekali karena ada jejak digital yang sangat sulit dihapus dan bisa menimpa siapa saja. Makin merusak karena sebagian menggunakan artificial intelligence," kata Grace dalam keterangannya, Sabtu (21/9/2024).
Grace mengungkapkan, di seputaran Jakarta saja, data LBH APIK Jakarta menunjukkan ada 250 kasus yang dilaporkan pada 2023. “Diyakini jumlah kasus jauh lebih tinggi karena biasanya korban tak melapor dengan berbagai sebab, termasuk enggan terjerat sebagai pelaku di UU ITE dan UU Pornografi," jelasnya.
Baca juga: Kekerasan Berbasis Gender Online Jadi Ancaman Serius Bagi Perempuan
Sementara, dalam diskusi tersebut, perwakilan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kompol Jeffrey Bram mengatakan, motif KBGO sudah mulai bergeser, dari motif asmara kini menjadi banyak dilatarbelakangi upaya pemerasan.
Lihat Juga :