Pelaku Usaha Berharap Tahun Politik Tak Pengaruhi Investasi Minerba
Kamis, 27 Oktober 2022 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
"Kita berharap dampak dari perlambatan ekonomi global, tidak mempengaruhi iklim keberlanjutan investasi. Sekali lagi, situasi ini merupakan ujian bagi teman-teman pengusaha. Tetapi kami percaya bahwa pemerintah kita telah melakukan langkah-langkah proteksi ekonomi dalam negeri agar tidak terkoreksi oleh resesi global dan pengusaha akan berdiri bersama pemerintah menjaga stabilitas ekonomi agar tidak terguncang oleh resesi," tutur Komisaris Utama PT Tetap Merah Putih ini.
Menurutnya, dampak resesi tidak akan terasa di Indonesia, khususnya pada sektor bisnis komoditas minerba. Pasalnya perdagangan komoditas minerba khususnya nikel dan batu bara tidak terkoneksi dengan epicentrum resesi yaitu Eropa dan Amerika.
"Untuk batu bara, kita lebih banyak ekspor ke China, India, Jepang dan beberapa negara ASEAN. Sementara untuk komoditas nikel, 10 tahun terakhir ini kita berhenti ekspor karena pengelolaannya di dalam negeri melalui kebijakan hilirisasi," ucapnya.
Pengurus Pusat Asosiasi Penambang Nikel Indonesia ini mengantisipasi dampak resesi global. Dunia usaha tetap fokus pada core business masing-masing dan berhati-hati, kalkulatif ketika melakukan ekspansi bisnis. Sementara perlu menghindari proyeksi bisnis spekulatif dan high risk, pertumbuhan ekonomi masing-masing negara di dunia terkoreksi, secara otomatis akan mempengaruhi proyeksi investasi di negara mitra.
"Tetapi kita tidak perlu khawatir secara berlebihan karena fundamental ekonomi dalam negeri cukup kuat dan kinerja pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi makro dan mikro menggembirakan," katanya.
Menurutnya, dampak resesi tidak akan terasa di Indonesia, khususnya pada sektor bisnis komoditas minerba. Pasalnya perdagangan komoditas minerba khususnya nikel dan batu bara tidak terkoneksi dengan epicentrum resesi yaitu Eropa dan Amerika.
"Untuk batu bara, kita lebih banyak ekspor ke China, India, Jepang dan beberapa negara ASEAN. Sementara untuk komoditas nikel, 10 tahun terakhir ini kita berhenti ekspor karena pengelolaannya di dalam negeri melalui kebijakan hilirisasi," ucapnya.
Pengurus Pusat Asosiasi Penambang Nikel Indonesia ini mengantisipasi dampak resesi global. Dunia usaha tetap fokus pada core business masing-masing dan berhati-hati, kalkulatif ketika melakukan ekspansi bisnis. Sementara perlu menghindari proyeksi bisnis spekulatif dan high risk, pertumbuhan ekonomi masing-masing negara di dunia terkoreksi, secara otomatis akan mempengaruhi proyeksi investasi di negara mitra.
"Tetapi kita tidak perlu khawatir secara berlebihan karena fundamental ekonomi dalam negeri cukup kuat dan kinerja pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi makro dan mikro menggembirakan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :