Ancaman Bencana Hidrometeorologi Belum Reda
Rabu, 26 Oktober 2022 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
Sementara di Bali, terjangan banjir bandang yang melanda delapan kabupaten dan satu kota pekan lalu masih menyisakan trauma mendalam. Bahkan, jumlah korban meninggal dunia juga terus bertambah mencapai sembilan orang.
Bencana di Bali ini tergolong luar biasa sekaligus mengagetkan karena terjadi di 494 titik. Bencana besar ini jelas menjadi tantangan tersendiri karena jarang terjadi. Terjangan banjir bandang dan longsor juga terjadi kurang dari sebulan perhelatan G-20 yang bakal dihadiri puluhan pemimpin negara-negara besar di dunia. Jika Indonesia tidak tanggap menangani hal ini, justru bakal menjadi persoalan tersendiri, bahkan menjadi isu yang kontraproduktif dengan gelaran G-20 itu sendiri.
Oktober ini, bencana hidrometeorologi terdata cukup banyak terjadi di wilayah Indonesia. Pada periode 17-23 Oktober saja, merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terjadi 74 bencana alam di 59 kabupaten/kota.
Meski saat ini telah memasuki akhir Oktober, potensi bencana baik banjir, longsor, maupun angin kencang belum benar-benar hilang. Apalagi, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember 2022 hingga Februari 2023.
Berpijak banyaknya kasus banjir bandang seperti di Bali, Jawa Timur, dan Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir hingga menyebabkan sejumlah korban jiwa dan kerusakan luas, saatnya untuk dijadikan pelajaran berharga bagi pemerintah dan kita semua. Ke depan bencana serupa masih berpotensi besar terjadi. Lebih-lebih, jika antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap bencana masih rendah.
Bencana di Bali ini tergolong luar biasa sekaligus mengagetkan karena terjadi di 494 titik. Bencana besar ini jelas menjadi tantangan tersendiri karena jarang terjadi. Terjangan banjir bandang dan longsor juga terjadi kurang dari sebulan perhelatan G-20 yang bakal dihadiri puluhan pemimpin negara-negara besar di dunia. Jika Indonesia tidak tanggap menangani hal ini, justru bakal menjadi persoalan tersendiri, bahkan menjadi isu yang kontraproduktif dengan gelaran G-20 itu sendiri.
Oktober ini, bencana hidrometeorologi terdata cukup banyak terjadi di wilayah Indonesia. Pada periode 17-23 Oktober saja, merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terjadi 74 bencana alam di 59 kabupaten/kota.
Meski saat ini telah memasuki akhir Oktober, potensi bencana baik banjir, longsor, maupun angin kencang belum benar-benar hilang. Apalagi, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember 2022 hingga Februari 2023.
Berpijak banyaknya kasus banjir bandang seperti di Bali, Jawa Timur, dan Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir hingga menyebabkan sejumlah korban jiwa dan kerusakan luas, saatnya untuk dijadikan pelajaran berharga bagi pemerintah dan kita semua. Ke depan bencana serupa masih berpotensi besar terjadi. Lebih-lebih, jika antisipasi dan kesiapsiagaan terhadap bencana masih rendah.
Lihat Juga :