Ancaman Bencana Hidrometeorologi Belum Reda
Rabu, 26 Oktober 2022 - 19:40 WIB
loading...
Bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang harus tetap diwaspadai berhubung puncak musim hujan diperkirakan baru terjadi pada Desember 2022 hingga Februari 2023. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
MEMASUKI akhir Oktober ini, potensi bencana hidrometeorologi di Indonesia belum sepenuhnya pergi. Bahkan dalam sepekan ke depan, hujan ekstrem yang disertai dengan angin kencang dimungkinkan banyak melanda wilayah Pulau Jawa.
Merujuk data yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berbasis Satellite-based Disaster Early Warning System (SADEWA), hujan deras berpotensi turun pada dini hari. Yang lebih perlu diwaspadai, sebelum hujan dini hari itu turun, ada kemungkinan terjangan angin kencang hingga kecepatan 10 meter per detik. Penguatan angin barat ini terbentuk akibat pengaruh prakondisi pembentukan vorteks di atas Laut Jawa.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Kedatangan angin kencang sudah terasa dalam beberapa hari terakhir. Senin (24/10) sore, angin kencang menyebabkan 17 rumah warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu rusak.
Potensi bencana yang masih akan melanda sejumlah wilayah Indonesia akibat cuaca ekstrem ini tidak boleh dianggap enteng. Apalagi, merujuk data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemarin, sejumlah provinsi masih dikategorikan siaga bencana, yakni Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Merujuk data yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berbasis Satellite-based Disaster Early Warning System (SADEWA), hujan deras berpotensi turun pada dini hari. Yang lebih perlu diwaspadai, sebelum hujan dini hari itu turun, ada kemungkinan terjangan angin kencang hingga kecepatan 10 meter per detik. Penguatan angin barat ini terbentuk akibat pengaruh prakondisi pembentukan vorteks di atas Laut Jawa.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Kedatangan angin kencang sudah terasa dalam beberapa hari terakhir. Senin (24/10) sore, angin kencang menyebabkan 17 rumah warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu rusak.
Potensi bencana yang masih akan melanda sejumlah wilayah Indonesia akibat cuaca ekstrem ini tidak boleh dianggap enteng. Apalagi, merujuk data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemarin, sejumlah provinsi masih dikategorikan siaga bencana, yakni Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Lihat Juga :