ISEF, Lebarannya Pegiat Ekonomi dan Keuangan Syariah
Rabu, 26 Oktober 2022 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa agenda kegiatan internasional juga berhasil diselenggarakan, di antaranya International Halal Dialogue, International Hajj Conference, International Moslem Friendly Tourism, International Fiqh Conference, International Islamic Monetary Economic and Finance Conference, Indonesia Halal Lifestyle Conference, High Level Discussion Islamic Financial Services Board Islamic Development Banks (IFSB IsDB) dan International Conference on Zakat and Waqf.
Keputusan dan rekomendasi penting juga berhasil dirumuskan dalam forum Ijtima Dewan Pakar dan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) MES yang masuk dalam agenda ISEF. Di antaranya adalahrekomendasi untuk meninjau ulang Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) untuk disesuaikan dengan perkembangan terkini, seperti penguatan ekosistem Global Halal Hub (GHH), akselerasi sertifikasi halal, hilirisasi sumber daya, mendorong terwujudnya Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, dan digitalisasi. Secara khusus, dalam kesempatan tersebut Wakil Presiden RI yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina MES menekankan tentang perlunya peningkatan peran MES dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah dan mendorong gerakan wakaf baik di daerah dan nasional.
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada 2021 lalu mendukung pencanangan Oktober sebagai bulan ekonomi keuangan syariah di Indonesia. Pencanangan ini didasarkan pada sejumlah agenda yang diselenggarakan pada Oktober yang banyak melibatkan berbagai pihak baik dari kementerian, lembaga, badan otoritas, organisasi asosiasi dan masyarakat. Oktober juga menjadi Bulan Inklusi Keuangan, pada 22 dan 28 terdapat peringatan Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda serta penyelenggaraan kegiatan ISEF. Hal ini dapat menjadi momentum peringatan ekonomi dan keuangan syariah serta menjaga semangat mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
Layaknya lebaran pada umumnya yang selalu identik dengan hal baru, ISEF sebagai “lebaran” ekonomi syariah juga harus menghadirkan sesuatu yang baru, ide-ide baru, inovasi baru, pencapaian baru, dan hal-hal barunya lainnya agar ruh dan kualitasnya terjaga. Tidak kalah penting dari itu adalah bagaimana ISEF secara konsisten dapat menjaga capaian-capaian fantastis yang berhasil ditorehkan. Dengan demikian maka "lebaran" ekonomi keuangan syariah akan berpusat di Indonesia, dengannya diharapkan akan menjadi pemantik dan dorongan akselerasi ekonomi syariah yang menyatukan langkah berbagai pihak serta diikuti seluruh entitas ekonomi syariah global.
Penyelenggaraan ISEF pada tahun mendatang sudah seharusnya tidak menggunakan akronim Indonesia Sharia Economic Festival, melainkan berubah menjadi International Sharia Economic Festival. Hal ini cukup beralasan mengingat secara skala kegiatan, peserta, pihak terlibat lainnya, gagasan dan dampak yang dihasilkan tidak hanya bagi Indonesia namun juga dunia internasional. ISEF adalah brand kegiatan ekonomi syariah internasional dari Indonesia yang sudah seharusnya terus didukung dan dikembangkan. Karena ISEF adalah rumah besar bagi berbagai entitas bisnis syariah yang memiliki tujuan sama, menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia.
Keputusan dan rekomendasi penting juga berhasil dirumuskan dalam forum Ijtima Dewan Pakar dan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) MES yang masuk dalam agenda ISEF. Di antaranya adalahrekomendasi untuk meninjau ulang Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) untuk disesuaikan dengan perkembangan terkini, seperti penguatan ekosistem Global Halal Hub (GHH), akselerasi sertifikasi halal, hilirisasi sumber daya, mendorong terwujudnya Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, dan digitalisasi. Secara khusus, dalam kesempatan tersebut Wakil Presiden RI yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina MES menekankan tentang perlunya peningkatan peran MES dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah dan mendorong gerakan wakaf baik di daerah dan nasional.
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada 2021 lalu mendukung pencanangan Oktober sebagai bulan ekonomi keuangan syariah di Indonesia. Pencanangan ini didasarkan pada sejumlah agenda yang diselenggarakan pada Oktober yang banyak melibatkan berbagai pihak baik dari kementerian, lembaga, badan otoritas, organisasi asosiasi dan masyarakat. Oktober juga menjadi Bulan Inklusi Keuangan, pada 22 dan 28 terdapat peringatan Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda serta penyelenggaraan kegiatan ISEF. Hal ini dapat menjadi momentum peringatan ekonomi dan keuangan syariah serta menjaga semangat mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
Layaknya lebaran pada umumnya yang selalu identik dengan hal baru, ISEF sebagai “lebaran” ekonomi syariah juga harus menghadirkan sesuatu yang baru, ide-ide baru, inovasi baru, pencapaian baru, dan hal-hal barunya lainnya agar ruh dan kualitasnya terjaga. Tidak kalah penting dari itu adalah bagaimana ISEF secara konsisten dapat menjaga capaian-capaian fantastis yang berhasil ditorehkan. Dengan demikian maka "lebaran" ekonomi keuangan syariah akan berpusat di Indonesia, dengannya diharapkan akan menjadi pemantik dan dorongan akselerasi ekonomi syariah yang menyatukan langkah berbagai pihak serta diikuti seluruh entitas ekonomi syariah global.
Penyelenggaraan ISEF pada tahun mendatang sudah seharusnya tidak menggunakan akronim Indonesia Sharia Economic Festival, melainkan berubah menjadi International Sharia Economic Festival. Hal ini cukup beralasan mengingat secara skala kegiatan, peserta, pihak terlibat lainnya, gagasan dan dampak yang dihasilkan tidak hanya bagi Indonesia namun juga dunia internasional. ISEF adalah brand kegiatan ekonomi syariah internasional dari Indonesia yang sudah seharusnya terus didukung dan dikembangkan. Karena ISEF adalah rumah besar bagi berbagai entitas bisnis syariah yang memiliki tujuan sama, menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia.
(bmm)
Lihat Juga :