Pustakawan untuk Indonesia: Melayani dengan Cinta

Senin, 06 Juli 2020 - 18:50 WIB
loading...
Pustakawan untuk Indonesia:...
Perpustakaan. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A A A
Dedi Junaedi
Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI

DIRGAHAYU Ikatan Pustakawan Indonesia yang ke-47 #BanggaJadiPustakawan-Pustakawan untuk Indonesia. 7 Juli 2020, hampir setengah abad Ikatan Pustakawan Indonesia mengabdi meningkatkan literasi rakyat Indonesia.

Para pustakawan dan perpustakaan Indonesia telah menghadapi suka dan duka hingga sampai pada titik saat ini. Titik di mana teknologi menjadi sarana pokok dalam kehidupan sehari-hari.Teknologi mampu menghadirkan berbagai kemudahan dalam kehidupan termasuk salah satunya dalam menuntut ilmu.

Masa lalu kita menunggu-tunggu jam buka perpustakaan untuk mendapatkan layanannya. Kita menunggu-tunggu pustakawan datang ke perpustakaan untuk kita berkonsultasi dan kita menunggu-tunggu buku favorit yang berada pada peminjaman pemustaka lain. Pada masa itu juga daerah-daerah yang tidak terjangkau perpustakaan mendapatkan layanan perpustakaan dengan mengandalkan perpustakaan keliling dengan berbagai sarana dan prasarana.

Selama setengah abad perjuangan pustakawan Indonesia hingga pada masa kini. Pada masa perpustakaan berada pada genggaman setiap orang, perpustakaan keliling diandalkan tetapi iPusnas semakin dekat di hati. Buku-buku favorit bisa dipinjam lewat jari. Perpustakaan yang nyaman sekarang menjadi perpustakaan dengan co-working space yang instagramable. Akses informasi sangat cepat hingga peran pustakawan yang semakin dibutuhkan untuk melawan hoaks.

Sungguh perjuangan yang tidak mudah. Tidak mudah terus beradaptasi dengan teknologi, tidak mudah beradaptasi dengan sistem terbarukan tetapi semangat membuat pustakawan siap menghadapi tantangan zaman. Siap melayani masyarakat mulai dari generasi baby boomer hingga generasi Z.

Komitmen para pustakawan yang berjuang dari era tercetak hingga era digital bukanlah sembarang komitmen. Butuh kesetiaan dalam melakukan pengabdian pelayanan perpustakaan. Kesetiaan hebat tersebut hanya bisa muncul karena cinta. Pustakawan melayani pemustakanya dengan Cinta.

Achmad, Mansur Sutedjo, Surono, dan Edy Suprayitno (2014) telah mengungkapkan cinta tersebut dalam buku yang berjudul Layanan Cinta: Perwujudan Layanan Prima++ Perpustakaan. Pustakawan yang setia hingga saat ini mengabdi untuk melayani pemustaka tentunya memiliki cinta dan telah menerapkan prinsip-prinsip dalam layanan Cinta.

Prinsip pertama dalam layanan cinta adalah Pemustaka adalah raja. Pustakawan yang menganggap pemustaka adalah raja akan menanggapi dan melayani pemustaka dengan penuh rasa hormat, rasa saling menghargai dan saling tenggang rasa. Karena dengan perspektif ini pustakawan akan menyadari bahwa pemustaka mereka adalah manusia yang memiliki hati dan hati itu bisa kecewa serta tersakiti jika pustakwan tidak sungguh-sungguh dalam memberkan layanannya. Prinsip ini juga memberikan kesadaran bahwa pekerjaan pustakawan hanya semata-mata untuk tuhan yang maha esa.

Prinsip kedua layanan cinta adalah informasi milik semua orang. Pustakwan menyadari bahwa semua orang yang datang ke perpustakaan ingin berkembang, ingin berubah, dan ingin meningkatkan harkat hisupnya hingga mencapai taraf hidup yang baik.

Untuk mewujudkannya, manusia tentunya membutuhkan informasi dengan cara belajar. Informasi yang ada adalah milik semua orang terutama informasi yang sangat berharga, maka pustakawan perlu memberikan informasi yang berharga tersebut kepada pemustaka agar pemustaka merasakan manfaat atas informasi tersebut. Apalagi jika pustakawan mengemas ulang informasi berharga tersebut agar lebih mudah dimengerti dan di manfaatkan maka daya guna perpustakaan akan tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Gagasan Buku Lanskap...
Gagasan Buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya Diluncurkan
Dokter Tifa Luncurkan...
Dokter Tifa Luncurkan Buku Otak Politik Jokowi
Buku tentang PDP dalam...
Buku tentang PDP dalam Perspektif Hukum Nasional dan Global Diluncurkan
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
4.700 Perpustakaan Sekolah...
4.700 Perpustakaan Sekolah Direvitalisasi, Kemendikdasmen Dorong Literasi
Rekomendasi
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved