Survei SMRC: Prabowo Menang Satu Putaran Jika Lawan Puan dan Airlangga
Minggu, 23 Oktober 2022 - 22:01 WIB
loading...
Hasil survei SMRC menunjukkan Prabowo Subianto bisa menang satu putaran jika melawan Puan Maharani dan Airlangga Hartarto dalam pemilihan presiden (pilpres). FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC ) menunjukkan Prabowo Subianto bisa menang satu putaran jika melawan Puan Maharani dan Airlangga Hartarto dalam pemilihan presiden (pilpres). Prabowo dipilih oleh lebih dari 50% responden.
Direktur Riset SMRC, Deni Irvani memaparkan, dalam simulasi tiga nama dari kategori pimpinan partai politik, Prabowo mendapatkan dukungan 54,9%. Angka itu jauh mengungguli Puan yang didukung 10,6% dan Airlangga 8,8% suara.
"Jika pemilihan presiden diadakan sekarang dan hanya diikuti oleh pimpinan tiga partai terbesar, Prabowo akan menang dalam satu putaran," kata Deni dalam pemarapan hasil survei SMRC bertajuk "Anies Bisa Mengalahkan Prabowo?" yang dirilis, Minggu (23/10/2022).
Deni menjelaskan, sosok yang bisa menjadi calon presiden (capres) adalah mereka yang diusung oleh partai politik. Sementara ada kecenderungan di kalangan partai politik terbesar, PDIP, Golkar, dan Gerindra untuk mengusung pimpinan mereka sebagai calon presiden. "Maka mengamati elektabilitas pimpinan-pimpinan partai menjadi penting," ujarnya.
Direktur Riset SMRC, Deni Irvani memaparkan, dalam simulasi tiga nama dari kategori pimpinan partai politik, Prabowo mendapatkan dukungan 54,9%. Angka itu jauh mengungguli Puan yang didukung 10,6% dan Airlangga 8,8% suara.
"Jika pemilihan presiden diadakan sekarang dan hanya diikuti oleh pimpinan tiga partai terbesar, Prabowo akan menang dalam satu putaran," kata Deni dalam pemarapan hasil survei SMRC bertajuk "Anies Bisa Mengalahkan Prabowo?" yang dirilis, Minggu (23/10/2022).
Deni menjelaskan, sosok yang bisa menjadi calon presiden (capres) adalah mereka yang diusung oleh partai politik. Sementara ada kecenderungan di kalangan partai politik terbesar, PDIP, Golkar, dan Gerindra untuk mengusung pimpinan mereka sebagai calon presiden. "Maka mengamati elektabilitas pimpinan-pimpinan partai menjadi penting," ujarnya.
Lihat Juga :