Anggota G20 Dinilai Perlu Contoh Komitmen Indonesia Majukan Sektor Pangan
Minggu, 23 Oktober 2022 - 01:53 WIB
loading...
Negara-negara anggota Group of Twenty atau G20 dinilai perlu mencontoh komitmen Indonesia dalam memajukan sektor pangan dalam beberapa tahun terakhir. Foto: Kemenkeu
A
A
A
JAKARTA - Negara-negara anggota Group of Twenty atau G20 dinilai perlu mencontoh komitmen Indonesia dalam memajukan sektor pangan dalam beberapa tahun terakhir. Komitmen itu bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengajak negara-negara anggota G20 untuk mengatasi krisis pangan saat ini yang melanda dunia.
"Yang paling penting adalah adanya komitmen pemerintah yang kuat terhadap keinginan untuk memajukan pangan, keinginan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Itu yang saya kira harus dicontoh (negara-negara G20)," ujar Guru Besar IPB University Edi Santosa, Sabtu (22/10/2022).
Dia berpendapat bahwa ke depan Indonesia harus mengimbangi pembangunan ketahanan pangan itu dengan penguatan daya saing komoditas di pasar internasional. Menurutnya, prestasi ketahanan pangan Indonesia yang baik di tengah kondisi global yang muram masih belum lengkap menjadi contoh.
Baca juga: Jokowi Minta Lemhannas Buat Kajian Antisipasi Krisis Pangan, Energi, dan Keuangan
"Prestasi ketahanan pangan harus ada nilai plus lain, yaitu daya saing. Produksi tinggi saja tidak cukup. Kemudian bisa bertahan (di tengah pandemi Covid-19 dan krisis) itu luar biasa. Tetapi untuk memberi contoh (ketahanan pangan) ke negara lain, harus ada sesuatu yang ditawarkan," katanya.
Lebih lanjut dia menuturkan bahwa meningkatnya daya saing bakal mendorong kualitas komoditas pangan Indonesia. Produksi pangan membutuhkan sarana produksi yang mendukung agar berhasil.
"Yang paling penting adalah adanya komitmen pemerintah yang kuat terhadap keinginan untuk memajukan pangan, keinginan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Itu yang saya kira harus dicontoh (negara-negara G20)," ujar Guru Besar IPB University Edi Santosa, Sabtu (22/10/2022).
Dia berpendapat bahwa ke depan Indonesia harus mengimbangi pembangunan ketahanan pangan itu dengan penguatan daya saing komoditas di pasar internasional. Menurutnya, prestasi ketahanan pangan Indonesia yang baik di tengah kondisi global yang muram masih belum lengkap menjadi contoh.
Baca juga: Jokowi Minta Lemhannas Buat Kajian Antisipasi Krisis Pangan, Energi, dan Keuangan
"Prestasi ketahanan pangan harus ada nilai plus lain, yaitu daya saing. Produksi tinggi saja tidak cukup. Kemudian bisa bertahan (di tengah pandemi Covid-19 dan krisis) itu luar biasa. Tetapi untuk memberi contoh (ketahanan pangan) ke negara lain, harus ada sesuatu yang ditawarkan," katanya.
Lebih lanjut dia menuturkan bahwa meningkatnya daya saing bakal mendorong kualitas komoditas pangan Indonesia. Produksi pangan membutuhkan sarana produksi yang mendukung agar berhasil.
Lihat Juga :