Anggota G20 Dinilai Perlu Contoh Komitmen Indonesia Majukan Sektor Pangan
Minggu, 23 Oktober 2022 - 01:53 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, produksi harus tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, dan tepat kualitas. "Artinya ketika sudah didaulat sebagai leader (pemimpin) G20, tentu kita tidak mengatakan yang kita capai adalah the best," pungkasnya.
Sekadar diketahui sebelumnya, Food and Agricultural Organization (FAO) atau Badan Pangan dan Pertanian Dunia berharap Indonesia yang didaulat menjadi Ketua G20 tahun ini mampu mengajak negara-negara anggota G20 untuk bekerja sama dalam mengatasi kerawanan pangan di dunia. Melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam berbagai kesempatan Indonesia mengajak negara-negara G20 untuk bersama-sama mengatasi krisis pangan.
Kata dia, pangan adalah soal kemanusiaan yang tidak boleh dibatasi oleh kepentingan apa pun. Syahrul pun mendorong semua negara G20 membuka jalur distribusi pangan secara terbuka.
Seruan ini dilandasi oleh kecenderungan sejumlah negara eksportir pangan menempuh membatasi, bahkan menutup, ekspor untuk mengamankan kepentingan domestik. Ini pula yang dikhawatirkan FAO. Menyitir data FAO, saat ini 3,1 miliar orang di seluruh dunia masih tidak mampu membeli makanan yang sehat.
Kelaparan terus meningkat yang pada 2021 mencapai 828 juta orang. Jumlah orang rawan pangan melonjak dalam dua tahun, dari 135 juta pada 2019 menjadi 193 pada 2021.
Sekadar diketahui sebelumnya, Food and Agricultural Organization (FAO) atau Badan Pangan dan Pertanian Dunia berharap Indonesia yang didaulat menjadi Ketua G20 tahun ini mampu mengajak negara-negara anggota G20 untuk bekerja sama dalam mengatasi kerawanan pangan di dunia. Melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam berbagai kesempatan Indonesia mengajak negara-negara G20 untuk bersama-sama mengatasi krisis pangan.
Kata dia, pangan adalah soal kemanusiaan yang tidak boleh dibatasi oleh kepentingan apa pun. Syahrul pun mendorong semua negara G20 membuka jalur distribusi pangan secara terbuka.
Seruan ini dilandasi oleh kecenderungan sejumlah negara eksportir pangan menempuh membatasi, bahkan menutup, ekspor untuk mengamankan kepentingan domestik. Ini pula yang dikhawatirkan FAO. Menyitir data FAO, saat ini 3,1 miliar orang di seluruh dunia masih tidak mampu membeli makanan yang sehat.
Kelaparan terus meningkat yang pada 2021 mencapai 828 juta orang. Jumlah orang rawan pangan melonjak dalam dua tahun, dari 135 juta pada 2019 menjadi 193 pada 2021.
(rca)
Lihat Juga :