Ketawa-Ketiwi Main Bola, DPR: PSSI dan FIFA Tak Peka Tragedi Kanjuruhan
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Fikri, hal itu wajar dilihat publik sebagai ironi. Bagaimana bisa menyampaikan perasaan duka dengan bersenang-senang atau kegiatan yang ‘fun’. “Ya tidak masuk di logika public, dan saya rasa dimanapun seperti itu,” imbuh Fikri.
Fikri pun menyesalkan, kenapa panitia dan PSSI tidak menggelar kegiatan sosial yang lebih simpatik sesuai dengan pernyataan duka yang disampaikan.
“Jauh lebih simpatik, bila acara digelar dengan mengunjungi TKP stadion kanjuruhan, ziarah ke makam korban, atau membesuk para korban luka berat yang hingga detik ini masih dirawat di RS,” lanjutnya.
Terlebih, dia menambahkan, tragedi Kanjuruhan bisa dikategorikan sebagai salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah sepakbola dunia. Sebanyak total 133 orang meninggal dunia atas tragedi itu, 44 diantaranya anak-anak dan balita. Satu orang meninggal dunia selasa (18/10) kemarin setelah 17 hari dirawat intensif di ICU RSUD Saiful Anwar dan 3 orang masih berada di ICU di RS yang sama dengan kondisi yang masih belum stabil.
Fikri pun menyesalkan, kenapa panitia dan PSSI tidak menggelar kegiatan sosial yang lebih simpatik sesuai dengan pernyataan duka yang disampaikan.
“Jauh lebih simpatik, bila acara digelar dengan mengunjungi TKP stadion kanjuruhan, ziarah ke makam korban, atau membesuk para korban luka berat yang hingga detik ini masih dirawat di RS,” lanjutnya.
Terlebih, dia menambahkan, tragedi Kanjuruhan bisa dikategorikan sebagai salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah sepakbola dunia. Sebanyak total 133 orang meninggal dunia atas tragedi itu, 44 diantaranya anak-anak dan balita. Satu orang meninggal dunia selasa (18/10) kemarin setelah 17 hari dirawat intensif di ICU RSUD Saiful Anwar dan 3 orang masih berada di ICU di RS yang sama dengan kondisi yang masih belum stabil.
Lihat Juga :