alexametrics

Profil Menteri Kabinet Kerja

Retno Marsudi, Bercita-cita Jadi Diplomat Sejak SMA

loading...
Retno Marsudi, Bercita-cita Jadi Diplomat Sejak SMA
Presiden Joko Widodo telah menunjuk mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Retno Lestari Priansari Marsudi, menjadi Menteri Luar Negeri Kabinet Kerja periode 2014-2019. (www.theaustralian.com.au)
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah menunjuk mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Retno Lestari Priansari Marsudi, menjadi Menteri Luar Negeri Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Dia disebut Jokowi sebagai seorang pegawai Departemen Luar Negeri yang memulai karirnya dari bawah.

Pada tahun 1990, perempuan kelahiran Semarang, November 1962 ini mengawali karirnya sebagai staf penerangan di Kedutaan Besar Indonesia di Canberra, Australia.



Menjadi diplomat tidak mudah. Berbagai tantangan dihadapi saat bertugas di luar negeri. Mulai dari perusakan mobil sampai pemblokiran kantor Kedubes.

Bagi dia, Canberra saat itu merupakan pos yang sangat keras karena masih ada masalah Timor Timur paska insiden Santa Cruz meletus di tahun 1991.

Sebagai staf komunikasi, Retno dituntut untuk siap menghadapi kemungkinan terburuk. Mulai dari ancaman, blokade, sampai bagaimana harus bisa menghadapi pers, masyarakat, serta pemerintah Australia.

Pada masa-masa genting itu, mobil Retno pernah disiram susu oleh orang tak dikenal. Bahkan, suatu ketika saat berbelanja di super market, mobil yang ditinggalkannya di tempat parkir sudah remuk.

Namun tantangan semacam itu tak menjadi penghalang bagi Retno. Pasalnya, cita-cita Retno menjadi diplomat mulai mengkristal sejak SMA kelas 3.

Ia mengaku tertarik menjadii diplomat saat melihat acara sebuah stasiun televisi yang menayangkan pertemuan diplomat dan orang-orang yang pergi ke luar negeri.

Akhirnya Retno merasa tertarik dan setamat SMA dirinya mendaftar ke jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Mengenai profesi yang menuntut dirinya harus berpisah dengan keluarga, terutama orang tua, Retno beruntung karena memiliki keluarga yang sangat demokratis. Ibunya selalu menghormati seluruh pilihannya asalkan dapat dipertanggungjawabkan.
(hyk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak