TGIPF: Presiden Jokowi Minta Polri Lanjutkan Penyelidikan Tragedi Kanjurahan
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Mahfud menyebut tragedi stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang itu jauh lebih menyeramkan. Bukti itu didapatkan atas pengecekan 32 CCTV milik pihak kepolisian.
"Fakta yang kami temukan korban yang jatuh itu proses jatuhnya korban itu jauh lebih mengerikan dari yang beredar di televisi maupun medsos karena kami merekonstruksi dari 32 CCTV yang dimiliki oleh aparat," tutur dia.
Dalam puluhan CCTV itu memperlihatkan sejumlah tragedi mengerikan mulai dari berdesakan karena terkena semprotan gas air mata hingga orang yang ikut membantu juga ikut terinjak dan meninggal di tempat. Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, TGIPF: PSSI Harus Bertanggung Jawab
"Itu lebih mengerikan dari sekadar semprot mati semprot mati gitu. Ada yang saling gandengan satu enggak bisa keluar satu tertinggal, ada yang satu balik lagi untuk menolong temannya terinjak-injak mati. Ada juga yang memberikan bantuan pernafasan karena satunya sudah tidak bisa bernafas, membantu kena semprot juga mati ada di situ lebih mengerikan daripada yang beredar karena ada di CCTV," pungkas dia.
"Fakta yang kami temukan korban yang jatuh itu proses jatuhnya korban itu jauh lebih mengerikan dari yang beredar di televisi maupun medsos karena kami merekonstruksi dari 32 CCTV yang dimiliki oleh aparat," tutur dia.
Dalam puluhan CCTV itu memperlihatkan sejumlah tragedi mengerikan mulai dari berdesakan karena terkena semprotan gas air mata hingga orang yang ikut membantu juga ikut terinjak dan meninggal di tempat. Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, TGIPF: PSSI Harus Bertanggung Jawab
"Itu lebih mengerikan dari sekadar semprot mati semprot mati gitu. Ada yang saling gandengan satu enggak bisa keluar satu tertinggal, ada yang satu balik lagi untuk menolong temannya terinjak-injak mati. Ada juga yang memberikan bantuan pernafasan karena satunya sudah tidak bisa bernafas, membantu kena semprot juga mati ada di situ lebih mengerikan daripada yang beredar karena ada di CCTV," pungkas dia.
(kri)
Lihat Juga :