Menuju Masyarakat (Lebih) Siap Siaga Bencana

Kamis, 13 Oktober 2022 - 23:10 WIB
loading...
A A A
Di infrastruktur, berbagai langkah-langkah struktural seperti perbaikan sungai, bendungan dan sewage system dilakukan dalam skala besar, termonitor dan kontinyu. Untuk banjir misalnya, kota Tokyo punya Flood Control Measure yang komprehensif. Salah satu aplikasinya dengan membangun Outer Underground Discharge Channel, semacam terowongan tangki air raksasa bawah tanah sebagai pertahanan utama kota melawan banjir.

Proyek mulai dibangun pada 1992 kontinyu hingga rampung pada 2006. Menurut Nikkei Asia, ketika mega topan Hagibis datang pada 2019 lalu, puluhan juta ton air sungai Nakagawa, Kuramatsu, dan Komatsu – tiga anak sungai dari Tonegawa dialihkan ke terowongan lalu dipompa ke Sungai Edogawa yang lebih akomodatif.

Berbagai teknologi inovasi baru untuk mitigasi bencana juga dipromosikan institusi riset dan berbagai perusahaan. Menurut Highlighting Japan 2018, National Research Institute for Earth Science and Disaster Resilience (NIED) pada 2017 memperkenalkan penggunaan Monitoring of Waves on Land and Seafloor (MOWLAS) yakni new observation network pengamatan gempa bumi, tsunami dan volcano yang bisa mengcover seluruh daratan dan laut Jepang.

Adanya risiko bencana terkait air yang terjadi setiap tahun, Badan Meteorologi Jepang JMA sejak 2017 juga mulai menyediakan “Real-time Risk Maps” yang menunjukkan tingkat risiko genangan, banjir dan tanah longsor untuk membantu mencegah bencana. Tingkat risiko didasarkan pada berbagai parameter dan diperbarui setiap 10 menit.

Langkah kedua, penerapan regulasi bencana yang maju dan kuat. Risiko besar ketika bencana adalah runtuhnya bangunan. Menurut pemerintah Jepang dalam laporan Disaster Management in Japan, pada 2008 diperkirakan masih ada sekitar 21% dari tempat tinggal yang tidak cukup tahan gempa.

Ini karena dibangun sebelum 1981 saat di mana peraturan bangunan tahan gempa ketat mulai diperkenalkan. Pada 2013, juga masih ada sekitar 30% sekolah dan 40% rumah sakit tidak memiliki konstruksi tahan gempa yang memadai.

Pada 2005 “Urgent Countermeasures Guidelines for Promoting the Earthquake Resistant Construction of Houses and Buildings” disusun untuk penegakan konstruksi rumah bangunan tahan gempa secara ketat. Lalu pada 2013, mewajibkan Seismic Qualification Test termasuk untuk rumah sakit, sekolah dan berbagai fasilitas umum. Langkah-langkah ini diyakini bisa meminimalkan kerusakan dan risiko korban jiwa.

Risiko besar bencana juga ketika terjadi kebakaran. Kota Tokyo misalnya berusaha menghindarkan kota dari kemungkinan kebakaran dengan mengembangkan pola firebreak belt dan mengatur regulasi pembangunan kembali rumah-rumah tua kayu menjadi bangunan tempat tinggal bersama yang modern terutama di distrik sempit padat penduduk.

Penguatan Preparedness: Pembelajaran untuk Kita
Langkah ketiga, mendorong penguatan kesiapsiagaan dan pendidikan kebencanaan ke masyarakat secara menyeluruh. Sebagai contoh, meeting point evakuasi jika terjadi bencana dipersiapkan dan disosialisasikan secara baik menyeluruh di setiap lingkungan. Survei yang dilakukan oleh Weathernews terhadap 9.495 responden tahun ini menunjukkan 93% responden tahu lokasi titik evakuasi terdekat dari rumah mereka. Dan 72% mengetahui lokasi evakuasi di dekat kantor atau sekolah mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kemendagri: Permendagri...
Kemendagri: Permendagri 18/2025 Tempatkan BPBD Pemegang Komando Penanganan Bencana
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Rekomendasi
AEF/MANTENA Cup Jadi...
AEF/MANTENA Cup Jadi Ajang Persiapan Atlet Berkuda Indonesia Menuju Asian Games 2026
Lineker Semprot FIFA:...
Lineker Semprot FIFA: Hukuman Madibo Tak Masuk Akal
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved