Komnas HAM Ngaku Kantongi Bukti Video Eksklusif Pintu 13 Stadion Kanjuruhan Terbuka
Rabu, 12 Oktober 2022 - 17:15 WIB
loading...
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengaku mengantongi bukti dan video eksklusif terkait pintu 13 Stadion Kanjuruhan yang terbuka namun kecil saat tragedi berdarah menewaskan 132 suporter Arema FC. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengaku mengantongi bukti dan video eksklusif terkait pintu 13 Stadion Kanjuruhan yang terbuka namun kecil saat tragedi berdarah yang menewaskan 132 suporter Arema FC. Video ini menjawab perdebatan publik soal pintu 13 yang terkunci.
"Kami punya satu video yang eklusif, kalau semalam kita bilang itu salah satu video kunci kami, yang mengatakan bahwa pintu-pintu ini terbuka, termasuk yang perdebatan di pubik yang pintu 13," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat konfrensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2022). Baca juga: Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Semua Pintu Tribun Terbuka
Choirul menuturkan pintu 13 yang terbuka memang kecil sehingga menyebabkan sumbatan penonton yang ingin berlari keluar akibat semprotan gas air mata.
"Pintu 13 terbuka tapi kecil memang keluar masuknya gitu, sehingga memang dititik itulah sumbatan orang enggak bisa bergerak terus karena memang matanya pedas, sesak nafas dan sebagainya, akhirnya banyak menimbulkan jatuh korban," papar Anam.
"Kami punya satu video yang eklusif, kalau semalam kita bilang itu salah satu video kunci kami, yang mengatakan bahwa pintu-pintu ini terbuka, termasuk yang perdebatan di pubik yang pintu 13," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat konfrensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2022). Baca juga: Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Semua Pintu Tribun Terbuka
Choirul menuturkan pintu 13 yang terbuka memang kecil sehingga menyebabkan sumbatan penonton yang ingin berlari keluar akibat semprotan gas air mata.
"Pintu 13 terbuka tapi kecil memang keluar masuknya gitu, sehingga memang dititik itulah sumbatan orang enggak bisa bergerak terus karena memang matanya pedas, sesak nafas dan sebagainya, akhirnya banyak menimbulkan jatuh korban," papar Anam.
Lihat Juga :