Kemenkes Sebut Penyakit Tidak Menular Kini Mengancam Usia Muda
Minggu, 05 Juli 2020 - 14:16 WIB
loading...
Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Kemenkes Cut Putri Ariane mengungkapkan, penyakit tidak menular kini mengancam kelompok usia produktif. FOTO/SINDOnews/BINTI MUFARIDA
A
A
A
JAKARTA - Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) Cut Putri Ariane menyebutkan sebelum pandemi COVID-19, Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit katastropik dengan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Hal ini mengakibatkan hilangnya hari produktif bagi penderita dan pendamping.
Menurut Cut, saat ini tren PTM semakin meningkat, dan menyerap biaya terbesar dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). "Kalau kita lihat, jantung koroner merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi, diikuti kanker, diabetes melitus dengan komplikasi, ada tuberculosis, kemudian PPOK," kata Cut dalam diskusi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (4/7/2020).
Sementara itu, dari penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa saat ini perkembangan PTM di Indonesia kian mengkhawatirkan. Pasalnya, peningkatan tren PTM diikuti oleh pergeseran pola penyakit. Jika dulu penyakit jenis ini biasanya dialami oleh kelompok lanjut usia, maka kini mulai mengancam kelompok usia produktif. (Baca juga: Orang dengan Penyakit Tidak Menular Rentan Tertular COVID-19 )
"PTM sangat memprihatinkan, karena kalau dulu anggapannya kan pada orang tua, tapi sekarang trennya mulai naik pada usia 10 sampai 14 tahun," kata Cut.
Ancaman ini, menurut Cut, akan berdampak besar bagi sumber daya manusia dan perekonomian Indonesia ke depan. Sebab, pada 2030-2040 mendatang, Indonesia akan menghadapi bonus demografi, yang mana usia produktif jauh lebih banyak dibandingkan kelompok usia nonproduktif.
Menurut Cut, saat ini tren PTM semakin meningkat, dan menyerap biaya terbesar dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). "Kalau kita lihat, jantung koroner merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi, diikuti kanker, diabetes melitus dengan komplikasi, ada tuberculosis, kemudian PPOK," kata Cut dalam diskusi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (4/7/2020).
Sementara itu, dari penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa saat ini perkembangan PTM di Indonesia kian mengkhawatirkan. Pasalnya, peningkatan tren PTM diikuti oleh pergeseran pola penyakit. Jika dulu penyakit jenis ini biasanya dialami oleh kelompok lanjut usia, maka kini mulai mengancam kelompok usia produktif. (Baca juga: Orang dengan Penyakit Tidak Menular Rentan Tertular COVID-19 )
"PTM sangat memprihatinkan, karena kalau dulu anggapannya kan pada orang tua, tapi sekarang trennya mulai naik pada usia 10 sampai 14 tahun," kata Cut.
Ancaman ini, menurut Cut, akan berdampak besar bagi sumber daya manusia dan perekonomian Indonesia ke depan. Sebab, pada 2030-2040 mendatang, Indonesia akan menghadapi bonus demografi, yang mana usia produktif jauh lebih banyak dibandingkan kelompok usia nonproduktif.
Lihat Juga :