DPD Pertanyakan Dana Bagi Hasil Sawit untuk Masyarakat Papua
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau kita buka data tingkat pengangguran masih tinggi, angka rasio gini juga tertinggi di Papua Barat. Hal ini perlu menjadi perhatian serius," kata senator asal Papua Barat ini.
Berdasarkan data BPS Papua Barat, pada 2019-2021, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang merepresentasikan penduduk usia kerja belum terserap pada lapangan kerja di Kabupaten Sorong Selatan merupakan yang tertinggi setelah Kota Sorong. Begitu pula dengan angka rasio gini, data BPS Papua Barat menunjukkan angka Kabupaten Sorong Selatan merupakan yang tertinggi dengan rerata sebesar 0.43 sejak tahun 2019-2021 di antara kabupaten/kota di Papua Barat. Rasio gini digunakan untuk menginformasikan ketimpangan pendapatan penduduk dalam suatu wilayah.
"Apakah pemerintah daerah dan masyarakat adat telah memperoleh Dana Bagi Hasil dari pajak perkebunan kelapa sawit dari kedua perusahaan tersebut? Kalaupun belum, maka sangat disayangkan. Mengingat dampak sosial, ekonomi, dan ekologinya ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah daerah," ujar Filep.
Filep mengungkapkan, perkebunan sawit di Papua dan Papua Barat menjadi sektor penghasil uang yang besar di daerah. Pada 2021, hasil produksi sawit Papua sebesar 574.681 ton dengan rata-rata pertumbuhannya 26,83% dan Papua Barat sebesar 109.589 ton dengan rata-rata pertumbuhannya 5,47%.
Data Kementan menunjukkan luas lahan perkebunan dan produksi kelapa sawit di Papua dan Papua Barat terus meningkat tiga tahun terakhir. Situasi ini dikhawatirkan memunculkan konflik horizontal karena masyarakat adat Suku Afsya di Kampung Bariat, Distrik Konda, dan masyarakat adat Tehit di Sorong Selatan sejak awal menolak perkebenunan sawit.
Berdasarkan data BPS Papua Barat, pada 2019-2021, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang merepresentasikan penduduk usia kerja belum terserap pada lapangan kerja di Kabupaten Sorong Selatan merupakan yang tertinggi setelah Kota Sorong. Begitu pula dengan angka rasio gini, data BPS Papua Barat menunjukkan angka Kabupaten Sorong Selatan merupakan yang tertinggi dengan rerata sebesar 0.43 sejak tahun 2019-2021 di antara kabupaten/kota di Papua Barat. Rasio gini digunakan untuk menginformasikan ketimpangan pendapatan penduduk dalam suatu wilayah.
"Apakah pemerintah daerah dan masyarakat adat telah memperoleh Dana Bagi Hasil dari pajak perkebunan kelapa sawit dari kedua perusahaan tersebut? Kalaupun belum, maka sangat disayangkan. Mengingat dampak sosial, ekonomi, dan ekologinya ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah daerah," ujar Filep.
Filep mengungkapkan, perkebunan sawit di Papua dan Papua Barat menjadi sektor penghasil uang yang besar di daerah. Pada 2021, hasil produksi sawit Papua sebesar 574.681 ton dengan rata-rata pertumbuhannya 26,83% dan Papua Barat sebesar 109.589 ton dengan rata-rata pertumbuhannya 5,47%.
Data Kementan menunjukkan luas lahan perkebunan dan produksi kelapa sawit di Papua dan Papua Barat terus meningkat tiga tahun terakhir. Situasi ini dikhawatirkan memunculkan konflik horizontal karena masyarakat adat Suku Afsya di Kampung Bariat, Distrik Konda, dan masyarakat adat Tehit di Sorong Selatan sejak awal menolak perkebenunan sawit.
Lihat Juga :