Kepala BSSN Dorong Sosialisasi Keamanan Siber dari Tingkat SD
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 00:35 WIB
loading...
Kepala BSSN Hinsa Siburian menyatakan perlu sosialisasi sejak dini mengenai keamanan siber. Foto: MPI/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Maraknya penipuan di dunia online lantaran masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang keamanan siber. Karena itu pemahaman siber perlu ditanamkan sejak dini.
"Dari sisi pendidikannya seharusnya ditingkat kalau perlu mulai dari tingkat SD itu sebenarnya masalah di siber harus kita sosialisasikan," kata Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian dalam MNC Forum LXVI (66th) "Strategi Badan Siber dan Sandi Negara dalam Ketahanan dan Keamanan Informasi Siber Nasional & Corporate Bussines Update", Kamis (6/10/2022).
Baca juga: BSSN Komitmen Dorong Keamanan Siber Ekonomi Digital
Untuk mencegah kejahatan siber, Hinsa menganalogikan bagaimana ibu-ibu berbelanja di pasar. Mereka, kata Hinsa, melakukan survei harga dan kualitas barang terlebih dahulu kualitas dari satu toko ke toko lain. Dengan model yang sama, kemungkinan menjadi korban kejahatan siber dapat diminimalkan karena tidak langsung percaya dengan satu akun toko.
"Jadi memang masyarakat kita itu terlalu mudah percaya, yang saya katakan tadi, orang itu bisa anonim bisa juga dia identitasnya juga bisa disamarkan," ucapnya.
"Dari sisi pendidikannya seharusnya ditingkat kalau perlu mulai dari tingkat SD itu sebenarnya masalah di siber harus kita sosialisasikan," kata Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian dalam MNC Forum LXVI (66th) "Strategi Badan Siber dan Sandi Negara dalam Ketahanan dan Keamanan Informasi Siber Nasional & Corporate Bussines Update", Kamis (6/10/2022).
Baca juga: BSSN Komitmen Dorong Keamanan Siber Ekonomi Digital
Untuk mencegah kejahatan siber, Hinsa menganalogikan bagaimana ibu-ibu berbelanja di pasar. Mereka, kata Hinsa, melakukan survei harga dan kualitas barang terlebih dahulu kualitas dari satu toko ke toko lain. Dengan model yang sama, kemungkinan menjadi korban kejahatan siber dapat diminimalkan karena tidak langsung percaya dengan satu akun toko.
"Jadi memang masyarakat kita itu terlalu mudah percaya, yang saya katakan tadi, orang itu bisa anonim bisa juga dia identitasnya juga bisa disamarkan," ucapnya.
Lihat Juga :