Tragedi Kanjuruhan, DPR: FIFA Jelas-jelas Melarang Penggunaan Gas Air Mata

Minggu, 02 Oktober 2022 - 08:50 WIB
loading...
Tragedi Kanjuruhan, DPR: FIFA Jelas-jelas Melarang Penggunaan Gas Air Mata
Hetifah Sjaifudian mengingatkan seharusnya aparat tahu pelarangan gas air mata dalam prosedur pengamanan kegiatan olahraga. Foto/hetifah.id
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian sangat prihatin dan menyayangkan kerusuhan sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022) yang menyebabkan lebh dari seratus orang meninggal, termasuk polisi. Informasi terakhir menyebutkan 153 meninggal dalam kerusuhan tersebut.

"Sungguh sangat memprihatinkan dan disayangkan. Sepak bola Indonesia saat ini sudah mulai berkembang jelas akan tercederai dengan adanya peristiwa ini," kata Hetifah kepada wartawan, Minggu (2/10/2022).

Menurut Hetifah, kerusuhan ini secara langsung mengingatkan semua pihak terkait wajib melakukan koreksi mengenai pentingnya menjaga hak dan kewajiban, baik panitia penyelenggara, aparat, pemain dan suporter, dan pihak terkait lainnya dalam setiap ajang olahraga. Dan paling penting adalah aparat tahu prosedur pengamanan ajang olahraga yan melarang penggunaan gas air mata.

Baca juga: Breaking News: Korban Tewas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Menjadi 153 Orang

"Panitia wajib menyiapkan seluruh perangkat pertandingan, rasio jumlah aparat harus sebanding dengan jumlah penonton, suporter wajib menjaga ketertiban, dan lain-lain. Aparat wajib tahu prosedur keamanan dalam even olahraga. Misalnya tidak boleh menggunakan gas air mata dan lainnya," terangnya.

Hetifah menegaskan, penggunaan gas air mata menjadi salah satu poin penting dalam insiden ini karena organisasi sepak bola dunia, FIFA jelas melarang itu. "FIFA jelas-jelas melarang (penggunaan gas air mata)," tegas legislator Dapil Kalimantan Timur ini.



Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, kewajiban masing-masing pihak tersebut sebenarnya telah tertuang dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Suporter telah diatur dalam Pasal 54 dan 55, seperti memperoleh fasilitas yang sesuai dengan nilai tiket masuk dan mendapatkan jaminan keselamatan dan keamanan.

"Namun suporter harus menjaga ketertiban selama pertandingan," imbuh Hetifah.
(muh)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1365 seconds (10.55#12.26)