Industrialisasi Kunci Sukses Ekonomi Pancasila
Selasa, 27 September 2022 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
Belajar dari Korea Selatan, bentuk disiplin ekspor ini akan mendorong perusahaan meningkatkan kualitas produknya demi bersaing di pasar, dan kelak produktivitas meningkat (Hahn & Choi, 2020). Strategi komprehensif ini juga melibatkan sektor finansial, terutama perbankan yang dimiliki oleh pemerintah. Penyaluran kredit murah alias window guidance kepada manufaktur yang berusaha scale up di pasar global perlu dipertimbangkan.
Dengan fokus utama pada akuisisi dan difusi teknologi di pasar domestik. Kesuksesan kebijakan-kebijakan ini bergantung pada bagaimana relasi antar pemerintah dan swasta. Selain menciptakan iklim usaha yang kondusif dan meminimalisasi risiko berusaha, tingkat kompetitif antara perusahaan domestik perlu dijaga.
Mendukung industri dalam negeri merupakan bukti patriotisme. Akan tetapi, perlu ada cara lebih baik untuk mengekspresikan patriotisme apabila tidak sesuai dengan bukti yang ada.
Perlu ada cara lebih baik dalam mengekspresikan nasionalisme, dan diperlukan bukti ilmiah untuk benar-benar mengekspresikannya secara tepat. Kebijakan patriotistik seperti tarif proteksi barang input mungkin terlihat populer secara politik. Secara prinsip, kebijakan ini bertujuan agar perusahaan dalam negeri cukup menggunakan barang dalam negeri dalam produksinya. Akan tetapi, perusahaan tidak serta merta mensubtitusi barang input impornya ke domestik ketika tarif diberlakukan. Begitulah menurut studi Nursamsu & Narjoko (2019).
Penerapan tarif menyulitkan perusahaan dalam negeri untuk produksi dan menurunkan nilai tambah. Terakhir, fokus pada kesempatan atau opportunity yang ada di masa depan. Dengan tetap mempertimbangkan keunggulan komparatif yang Indonesia miliki.
Sektor manufaktur secara global terus berubah, selalu diperlukan jaringan baru dalam rantai nilai pasokan, dan berpatokan pada kesempatan yang ada di masa depan, meningkatkan potensi sukses yang berkelanjutan. Pengembangan mobil listrik atau sektor energi terbarukan, merupakan upaya yang baik untuk dipertahankan.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Dengan fokus utama pada akuisisi dan difusi teknologi di pasar domestik. Kesuksesan kebijakan-kebijakan ini bergantung pada bagaimana relasi antar pemerintah dan swasta. Selain menciptakan iklim usaha yang kondusif dan meminimalisasi risiko berusaha, tingkat kompetitif antara perusahaan domestik perlu dijaga.
Mendukung industri dalam negeri merupakan bukti patriotisme. Akan tetapi, perlu ada cara lebih baik untuk mengekspresikan patriotisme apabila tidak sesuai dengan bukti yang ada.
Perlu ada cara lebih baik dalam mengekspresikan nasionalisme, dan diperlukan bukti ilmiah untuk benar-benar mengekspresikannya secara tepat. Kebijakan patriotistik seperti tarif proteksi barang input mungkin terlihat populer secara politik. Secara prinsip, kebijakan ini bertujuan agar perusahaan dalam negeri cukup menggunakan barang dalam negeri dalam produksinya. Akan tetapi, perusahaan tidak serta merta mensubtitusi barang input impornya ke domestik ketika tarif diberlakukan. Begitulah menurut studi Nursamsu & Narjoko (2019).
Penerapan tarif menyulitkan perusahaan dalam negeri untuk produksi dan menurunkan nilai tambah. Terakhir, fokus pada kesempatan atau opportunity yang ada di masa depan. Dengan tetap mempertimbangkan keunggulan komparatif yang Indonesia miliki.
Sektor manufaktur secara global terus berubah, selalu diperlukan jaringan baru dalam rantai nilai pasokan, dan berpatokan pada kesempatan yang ada di masa depan, meningkatkan potensi sukses yang berkelanjutan. Pengembangan mobil listrik atau sektor energi terbarukan, merupakan upaya yang baik untuk dipertahankan.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Lihat Juga :