Soal Capres Jawa dan Non-Jawa, KAI Minta Hindari Politik Identitas di Pilpres 2024
Senin, 26 September 2022 - 21:01 WIB
loading...
Ketua Dewan Penasihat KAI Rusdi Taher mendukung pernyataan Politikus Senior Partai Golkar Agung Laksono yang meminta kepada semua pihak untuk menghindari politik identitas di Pilpres 2024. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Penasihat Kongres Advokat Indonesia (KAI) Rusdi Taher mendukung pernyataan Politikus Senior Partai Golkar Agung Laksono yang meminta kepada semua pihak untuk menghindari politik identitas di Pilpres 2024.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan juga mengungkapkan agar orang luar Jawa untuk tidak bermimpi menjadi Presiden. Meskipun pernyataan LBP ada unsur kebenarannya, namun seyogianya pernyataan tersebut dikemukakan dengan arif dan tidak terlalu vulgar. Baca juga: Omongan Luhut Orang Luar Jawa Tidak Bisa Jadi Presiden Dinilai Objektif dan Rasional
Menurutnya, mungkin akan lebih bijak bila ia meminta agar orang luar Jawa berpikir lebih jernih karena dari aspek psikopolitik tingkat keterpilihannya sangat kecil. Jangan sampai hanya merugikan diri sendiri karena Pilpres membutuhkan dana yang sangat besar.
"Sejak dulu saya menentang adanya politik identitas, saya sependapat dengan Pak Agung Laksono. Ia selalu mengatakan yang terbaik buat bangsa dan negara, bagi saya ia adalah seorang panutan," ujar Rusdi Taher yang pernah sama-sama menjadi Anggota MPR RI dengan Agung Laksono dalam keterangannya, Senin (26/9/2022).
Bagi Rusdi, sebagai jaksa yang pernah bertugas dan menjabat Wakajati Sumatera Utara, ucapan LBP dari segi kultur orang Batak bila berbicara tanpa tedeng aling-aling, tidak dibungkus dengan retorika.
"Bicaranya memang blak-blakan, namun sebenarnya hatinya baik," ungkapnya.
Mantan Kajati DKI Jakarta ini lanjutnya, kita harus bahu-membahu membangun bangsa dan negara tanpa membedakan suku, agama ras dan antargolongan (SARA). Kini saatnya kita bergandengan tangan dan selalu berpikiran obyektif, logis, dan rasional, serta memiliki jiwa toleransi yang tinggi.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan juga mengungkapkan agar orang luar Jawa untuk tidak bermimpi menjadi Presiden. Meskipun pernyataan LBP ada unsur kebenarannya, namun seyogianya pernyataan tersebut dikemukakan dengan arif dan tidak terlalu vulgar. Baca juga: Omongan Luhut Orang Luar Jawa Tidak Bisa Jadi Presiden Dinilai Objektif dan Rasional
Menurutnya, mungkin akan lebih bijak bila ia meminta agar orang luar Jawa berpikir lebih jernih karena dari aspek psikopolitik tingkat keterpilihannya sangat kecil. Jangan sampai hanya merugikan diri sendiri karena Pilpres membutuhkan dana yang sangat besar.
"Sejak dulu saya menentang adanya politik identitas, saya sependapat dengan Pak Agung Laksono. Ia selalu mengatakan yang terbaik buat bangsa dan negara, bagi saya ia adalah seorang panutan," ujar Rusdi Taher yang pernah sama-sama menjadi Anggota MPR RI dengan Agung Laksono dalam keterangannya, Senin (26/9/2022).
Bagi Rusdi, sebagai jaksa yang pernah bertugas dan menjabat Wakajati Sumatera Utara, ucapan LBP dari segi kultur orang Batak bila berbicara tanpa tedeng aling-aling, tidak dibungkus dengan retorika.
"Bicaranya memang blak-blakan, namun sebenarnya hatinya baik," ungkapnya.
Mantan Kajati DKI Jakarta ini lanjutnya, kita harus bahu-membahu membangun bangsa dan negara tanpa membedakan suku, agama ras dan antargolongan (SARA). Kini saatnya kita bergandengan tangan dan selalu berpikiran obyektif, logis, dan rasional, serta memiliki jiwa toleransi yang tinggi.
Lihat Juga :