Luhut Sebut Orang Luar Jawa Tak Bisa Jadi Presiden RI, Fadli Zon Singgung Politik Identitas

Jum'at, 23 September 2022 - 11:31 WIB
loading...
Luhut Sebut Orang Luar Jawa Tak Bisa Jadi Presiden RI, Fadli Zon Singgung Politik Identitas
Anggota Komisi I DPR Fadli Zon menanggapi pernyataan Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan soal Presiden Republik Indonesia. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fadli Zon menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan soal Presiden Republik Indonesia. Menurut Luhut, orang luar Jawa harus tahu diri tidak memaksakan menjadi calon presiden.

Fadli Zon yang dikenal sebagai politikus oposisi Pemerintahan Presiden Jokowi mengkritisi pernyataan Luhut tersebut. Ia pun menyinggung soal politik identitas yang selama ini digaungkan pemerintah untuk diperangi.

"Katanya jangan pakai "politik identitas"?" tulis Fadli Zon di akun Twitterny, dikutip, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Luhut: Kalau Kau Bukan Orang Jawa, Jangan Memaksakan Diri Jadi Presiden RI

Untuk diketahui, dalam sebuah obrolan dengan Rocky Gerung yang ditayangkan di kanal YouTube RGTV Channel ID, Luhut mengaku heran dengan orang yang berlomba-lomba menjadi presiden. Ia pun menyindir apakah untuk mengabdi kepada bangsa dan negara harus menjadi presiden.

Menurutnya, seseorang harus tahu diri bahwa orang luar Jawa sulit menjadi Presiden di Indonesia. "Harus tahu diri juga. Kalau kau bukan orang Jawa, pemilihan langsung hari ini, saya tidak tahu 25 tahun lagi, sudah lupakan deh, nggak usah kita memaksakan diri kita. Sakit hati. Yang bikin sakit hati kan diri kita sendiri," kata Luhut.

Luhut mencontohkan dirinya yang tidak memaksakan diri menjadi calon presiden. "Saya double minoritas. Saya sudah Batak, Kristen lagi. Jadi saya bilang, ya sudah cukup itu. Kita harus tahu. Kenapa saya menyakiti hati sendiri?" katanya.

Dalam perbincangan itu, Rocky Gerung juga mengamini fakta antropologis tersebut bahwa orang luar Jawa sulit menjadi Presiden di Indonesia.
(abd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1034 seconds (10.177#12.26)