Dana Otsus Papua Rp1.000 Triliun, Stafsus Kemenkeu: Papua Harus Sejahtera dan Maju
Minggu, 25 September 2022 - 00:19 WIB
loading...
A
A
A
”Prof @mohmahfudmd benar, dukungan fiskal untuk Papua dan Papua barat cukup besar. Kurun 2002-2021, Dana Otsus dan DTI (dana tambahan infrastruktur) mencapai Rp138,65 Triliun, TKDD (transfer keuangan dana desa) sebesar Rp702,30T, dan belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp251,29 Triliun. Total Rp1.092 T. Pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan Papua,” terang Prastowo.
Ia bahkan menyebut rincian anggaran otsus per provinsi yang ada di Papua. Prastowo juga membandingkan pemberian dana tersebut dibandingkan provinsi lainnya. Baca juga: Harta Gubernur Papua Lukas Enembe Rp33,7 Miliar
”Alokasi ini menunjukkan perhatian yang besar. TKDD per Kapita Papua dan Papua Barat lebih tinggi dibandingkan beberapa daerah. Papua dan Papua Barat menerima transfer Rp14,7 juta/penduduk dan Rp10,2 juta/penduduk. Lebih besar dari Kaltim (4,9 jt), Aceh (6,4jt), dan NTT (4,2jt),” tutur Prastowo.
Sebelumnya, Mahfud MD menjelaskan dana otsus tersebut datang dari keempat sumber dana yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.”Kenapa 1000 T lebih? Karena itu terdiri atas empat sumber dana: dana otsus, dana belanja Kementerian/Lembaga, dana transfer keuangan dana desa (TKDD), dan PAD (pendapatan asli daerah),” kata Mahfud.
otonomi khusus yang dialokasi pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur, kata Mahfud, sejauh ini diduga banyak dikorupsi oleh oknum - oknum tak bertanggung jawab. Hal ini membuat pemerataan pembangunan masih sulit diwujudkan di Papua.
Ia bahkan menyebut rincian anggaran otsus per provinsi yang ada di Papua. Prastowo juga membandingkan pemberian dana tersebut dibandingkan provinsi lainnya. Baca juga: Harta Gubernur Papua Lukas Enembe Rp33,7 Miliar
”Alokasi ini menunjukkan perhatian yang besar. TKDD per Kapita Papua dan Papua Barat lebih tinggi dibandingkan beberapa daerah. Papua dan Papua Barat menerima transfer Rp14,7 juta/penduduk dan Rp10,2 juta/penduduk. Lebih besar dari Kaltim (4,9 jt), Aceh (6,4jt), dan NTT (4,2jt),” tutur Prastowo.
Sebelumnya, Mahfud MD menjelaskan dana otsus tersebut datang dari keempat sumber dana yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.”Kenapa 1000 T lebih? Karena itu terdiri atas empat sumber dana: dana otsus, dana belanja Kementerian/Lembaga, dana transfer keuangan dana desa (TKDD), dan PAD (pendapatan asli daerah),” kata Mahfud.
otonomi khusus yang dialokasi pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur, kata Mahfud, sejauh ini diduga banyak dikorupsi oleh oknum - oknum tak bertanggung jawab. Hal ini membuat pemerataan pembangunan masih sulit diwujudkan di Papua.
(ams)
Lihat Juga :