Pemerintah Diminta Kaji Ulang Wacana Konversi Kompor Gas ke Listrik

Jum'at, 23 September 2022 - 11:47 WIB
loading...
Pemerintah Diminta Kaji Ulang Wacana Konversi Kompor Gas ke Listrik
Pemerintah diminta untuk mengkaji kembali wacana konversi kompor gas ke kompor listrik. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mengkaji kembali wacana konversi kompor gas ke listrik . Sebab, listrik dan elpiji sama-sama produk energi tidak terbarukan dan harganya pun ditentukan oleh mata uang asing dan market internasional.

"Perhitungan harus benar-benar dilihat dari nilai hari ini dan ke depan. Apakah listrik kita akan selalu murah dan stabil? Jangan-jangan timbul masalah baru di masyarakat nantinya," kata pelaku usaha distribusi elpiji Pertamina, Brando Susanto, Jumat (23/9/2022).

Hal ini disampaikan Brando karena Kementerian BUMN berencana menambah anggaran sebesar Rp5 triliun yang dialokasikan untuk pembagian kompor listrik atau induksi secara gratis kepada masyarakat. Pembagian kompor listrik ini akan dimulai tahun depan dan bertahap hingga 5 tahun.



Pemerintah meyakini kebijakan yang masuk dalam program utama PT PLN (Persero) itu, mampu mengatasi oversupply listrik. Bahkan mampu mengurangi beban APBN karena impor liquefied petroleum gas (LPG) pasti akan menurun.

Brando yang juga pemerhati dinamisasi subsidi energi untuk masyarakat ini merasa aneh karena pemerintah seperti terburu-buru membagikan kompor listrik ke masyarakat tanpa dikaji mendalam terlebih dahulu. Menurutnya, listrik dan elpiji sama-sama produk energi tidak terbarukan dan harganya ditentukan oleh mata uang asing dan market internasional.

Ia meyakini, dalam jangka waktu menengah, solusi kompor listrik akan menimbulkan masalah baru dan berpotensi kembali merepotkan masyarakat. "Kebanyakan listrik kita dihasilkan berbasis diesel dan batubara. Jadi bisa dibayangkan suatu saat juga akan problem dengan harga beban subsidi," ujarnya.

Baca juga: Uji Coba, Pemerintah Bagikan 300.000 Kompor Listrik Gratis Tahun Ini

Selama ini, masyarakat Indonesia kebanyakan memasak dengan berbagai bumbu agar sehat dan sedap. Sementara dengan memakai kompor listrik rasanya bukan tidak bisa, tapi akan memakan waktu lebih lama dan rasa ada perbedaan dengan kompor api.

"Jadi masakan daerah di masyarakat akan kehilangan cita rasa nusantaranya kalau pakai kompor listrik," kata Brando.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2112 seconds (11.252#12.26)