Waketum MUI Minta DPS Edukasi Masyarakat terkait Ekonomi Syariah

Kamis, 22 September 2022 - 15:40 WIB
loading...
Waketum MUI Minta DPS...
Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Workshop Praijtima Sanawy Dewan Pengawas Pasar Modal Syariah (DPS) di Hotel Balerung, Jakarta, Kamis (22/9/2022). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) KH Marsudi Syuhud menekankan pentingnya mendakwahkan produk pasar modal syariah kepada masyarakat dan entitas bisnis. Hal ini diyakini dapat memajukan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Hal itu disampaikan Kiai Marsudi saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Workshop Praijtima' Sanawy Dewan Pengawas Pasar Modal Syariah (DPS) di Hotel Balerung, Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Kiai Marsudi menyampaikan, menjadi DPS tidak cukup hanya pasif menunggu dan mengawasi produk yang sudah ada, tapi lebih dari itu sebagai insan penggerak ekonomi syariah hendaknya terus memasarkan dan memasyarakatkan produk-produk pasar modal syariah, dan mensyariahkan masyarakat dan produk pasar modal.



"Masih banyak masyarakat atau entitas bisnis yang belum paham tentang produk pasar modal syariah, untuk itu para pegiat pasar modal syariah diharap untuk mendakwahkan kepada entitas bisnis yang membutuhkan modal untuk membiayai project-projectnya bisa melalui instrument syariah seperti Sukuk," kata Kiai yang juga Ahli Ekonomi Syariah ini.

Karena pada dasarnya, membangun suatu bangsa itu merupakan keharusan, baik itu dari memakmurkan investasi di sektor infrastruktur, imarotal kaun atau investasi untuk membangun kepentingan atau kemaslahatan bangsanya, masholikhi abnaiha yang berupa noninfrastruktur.

"Jika para DPS dan penggerak pasar modal syariah turut mengedukasi pasar ini saya yakin pasar ini akan bergerak menjadi besar, pasar uang yang ada di sektor ini sekarang juga sudah cukup besar, seperti BPKH, dan 51 asset management yang bergerak di pasar syariah," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUI Minta Presiden Prabowo...
MUI Minta Presiden Prabowo Selamatkan 5 WNI yang Ditangkap Israel
MUI Minta Komdigi Blokir...
MUI Minta Komdigi Blokir dan Perketat Pengawasan Akses Platform Judi Online
MUI dan FORKOPI Sepakat...
MUI dan FORKOPI Sepakat Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Syariah
MUI Minta Polemik Pernyataan...
MUI Minta Polemik Pernyataan JK Dihentikan demi Menjaga Kerukunan Bangsa
MUI Serukan Stop Perang,...
MUI Serukan Stop Perang, Desak AS-Israel Akhiri Konflik
MUI Kecam Keras Aturan...
MUI Kecam Keras Aturan Israel Hukum Mati Tahanan Palestina, Serukan PBB hingga OKI Turun Tangan
BRI Gandeng Syailendra...
BRI Gandeng Syailendra Capital Hadirkan Investasi Syariah melalui Super App BRImo
MNC Sekuritas Dorong...
MNC Sekuritas Dorong Pertumbuhan Pasar Modal Syariah melalui Sharia Investment Week 2026
Ambil Peluang Investasi...
Ambil Peluang Investasi Syariah di Booth MNC Sekuritas dalam Sharia Investment Week 2026
Rekomendasi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Disomasi Tessa Kaunang,...
Disomasi Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa Bantah Cemarkan Nama Baik
Berita Terkini
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved