Marak Peretasan Data, Anggaran Keamanan Siber BSSN 2023 Hanya Rp217 Miliar
Kamis, 22 September 2022 - 13:50 WIB
loading...
Kepala BSSN Hinsa Siburian dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/2022). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah beberapa kali terkena serangan siber . Namun hal itu tidak membuat anggaran keamanan siber di Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN ) terpenuhi secara optimal. Bahkan hanya 14% anggaran BSSN yang terpenuhi dari total Rencana Strategis (Renstra) BSSN tahun 2024.
"Berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas tentang pagu belanja K/L tahun 2023, total anggaran BSSN adalah sebesar Rp624.371.483.000, yang terpenuhi hanya 14% dari rencana kebutuhan anggaran BSSN tahun 2023 dalam Renstra sebesar Rp4.528.174.619.000," kata Kepala BSSN Hinsa Siburian dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/2022).
Hinsa merinci, anggaran BSSN tahun 2023 dialokasikan untuk dua program. Pertama, program dukungan manajemen dan sandi sebesar Rp470.146.873.000, meliputi kebutuhan belanja operasional yang terdiri dari belanja operasional 1.374 pegawai Rp248.800.596.000 dan belanja operasional perkantoran sebesar Rp111.836.179.000.
"Belanja nonoperasional sebesar Rp46.510.098.000 untuk pelaksanaan tugas dan fungsi rutin dalam mendukung manajemen organisasi," katanya.
"Berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas tentang pagu belanja K/L tahun 2023, total anggaran BSSN adalah sebesar Rp624.371.483.000, yang terpenuhi hanya 14% dari rencana kebutuhan anggaran BSSN tahun 2023 dalam Renstra sebesar Rp4.528.174.619.000," kata Kepala BSSN Hinsa Siburian dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/2022).
Hinsa merinci, anggaran BSSN tahun 2023 dialokasikan untuk dua program. Pertama, program dukungan manajemen dan sandi sebesar Rp470.146.873.000, meliputi kebutuhan belanja operasional yang terdiri dari belanja operasional 1.374 pegawai Rp248.800.596.000 dan belanja operasional perkantoran sebesar Rp111.836.179.000.
"Belanja nonoperasional sebesar Rp46.510.098.000 untuk pelaksanaan tugas dan fungsi rutin dalam mendukung manajemen organisasi," katanya.
Lihat Juga :