Penguatan Program Literasi

Jum'at, 16 September 2022 - 18:29 WIB
loading...
A A A
Dalam mendukung program literasi nasional, Klub Literasi Sekolah (KLS) menjadi bagian strategis dari upaya pemajuan literasi membaca siswa di Indonesia yang berorientasi pada kemampuan abad ke-21 (berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif, dan kreatif). KLS yang dilaksanakan oleh SEAMEO QITEP IN LANGUAGE menjadi upaya kolaboratif peningkatan literasi. Program ini patut kita apresiasi sebagai sebuah program yang melibatkan sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam pemajuan literasi di Indonesia, yang meliputi perguruan tinggi, dinas pendidikan, sekolah (di Indonesia maupun Sekolah Indonesia Luar Negeri), komunitas literasi, dan lembaga terkait lainnya. Bagaimana kita sebagai sumber daya manusia, melakukan perubahan dan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Program Literasi, kita laksanakan secara bertahap, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dikaitkan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0, kita terus mengembangkan tiga literasi, yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Perubahan yang biasa menjadi kreatif dan inovatif merupakan kebiasaan baru yang terus dilakukan. Kita tidak boleh menunggu, namun kita harus proaktif dan produktif terhadap berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi. Secara bertahap, masyarakat di Indonesia terus meningkat dan memiliki kompetensi dalam mewujudkan literasi dengan baik dan berkelanjutan. Kompetensi yang dibutuhkan di antaranya kompetensi profesional (berdasarkan penguasaan hardskill dan softskill), kompetensi dalam bidang informasi teknologi, dan kompetensi kepribadian untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki jati diri yang baik.

Melihat pengaruh aktivitas literasi pada generasi saat ini, kondisi generasi Z dan alpha yang sangat tergantung dengan teknologi. Ketergantungan terhadap teknologi ini dapat berdampak positif dan negatif. Program Literasi digital memberikan bekal yang efektif. Penguatan literasi digital berdampak positif akan memberikan nilai tambah, bahkan memberikan percepatan nilai ekonomi. Dampak negatif memberikan pengaruh pada perilaku, pola pikir, dan pergaulan sosial. Ketergantungan terhadap gawai menjadi hal yang harus diantisipasi.

Berbagai solusi ditawarkan untuk mengantisipasi ketergantungan terhadap gawai, salah satunya dengan pembiasaan membaca dan menulis berbasis digital. Konten literasi digital membaca dan menulis dengan pendampingan guru atau dosen yang baik akan memberikan manfaat baik pada pengetahuan dan pembentukan karakter.

Literasi untuk Penuntasan Buta Aksara

Pembahasan mengenai buta aksara, sudah menjadi isu berhubungan dengan kondisi yang ada. Mengacu pada hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2021, angka buta aksara di Indonesia tinggal 1,56 persen atau 2,7 juta orang. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan data buta aksara tahun 2020 dengan angka buta aksara 1,71 persen atau sekitar 2,9 juta orang. Hal ini dibutuhkan penguatan melalui program literasi. Pendekatan pelaksanaan literasi dengan berbagai ragam, model, dan bentuk menjadi solusi yang tepat.

Penuntasan buta aksara dibutuhkan partisipasi semua pihak. Konsep Merdeka Literasi Indonesia ditawarkan sebagai terobosan untuk mendorong adanya kebijakan atau regulasi yang lebih komprehensif tentang literasi, mengembangkan program literasi berbasis ko dan ekstrakurikuler, dan kampanye literasi. Beberapa langkah strategis mulai dilakukan dengan melakukan penguatan kebijakan literasi, program literasi ke satuan pendidikan, dan kampanye yang masif, serta kerja sama dengan berbagai pihak. Pembahasan dan masukan berbagai pihak menjadi input yang sangat baik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Rekomendasi
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Berita Terkini
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Infografis
Inovasi Program Makan...
Inovasi Program Makan Siang Gratis, Berikut Manfaat Susu Ikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved