Soal Reshuffle Kabinet, PKS: Kami Oposisi Sendiri Nggak Apa-Apa
Kamis, 02 Juli 2020 - 19:53 WIB
loading...
A
A
A
"Bapak Daulay (politikus PAN Saleh Partaonan Daulay) masuk jadi Menteri Agama umpama, umpama, kita senang-senang aja, meskipun umpamanya PKS harus sendirian, nggak oposisi, yang oposisi ya enggak apa-apa, emang kita udah niat dari awal (oposisi)," katanya.(Baca juga: Heboh Isu Reshuffle, Ini Jejak Bongkar Pasang Menteri Era Jokowi )
Bagi PKS , kata Jazuli, hal yang lebih penting dari reshuffle, termasuk siapa pun orang yang bakal ditunjuk Jokowi masuk kabinet, yakni bagaimana kabinet baru nanti bisa menjawab tuntutan rakyat. "Ini yang paling penting," ungkapnya.
Dikatakan Jazuli, saat ini masalah COVID-19 menjadi persoalan paling mendasar yang dihadapi bangsa ini sehingga harus menjadi perhatian bersama. "Jadi itu intinya. Bagaimana kabinet kedepan bisa menjawab tuntutan dan harapan rakyat," katanya.
Seperti ketika kampanye, di mana Jokowi memiliki jargon "Kerja, Kerja, Kerja", maka saat ini, kata Jazuli, kinerja Jokowi dan kabinetnya harus bisa dirasakan oleh rakyat. Jazuli berharap Jokowi tidak berhenti hanya dengan mengungkapkan kemarahan tapi harus ada tindak lanjut yang lebih konkret.
"Saya mohon dan berharap, berharap aja ya, saya berharap Bapak Jokowi tidak mentok dan selesai pada kemarin marah-marahnya itu, ga sampai situ. Tetapi marah itu harus ada tindak lanjut implementasinya. Kalau marah-marah doang kemudian gak ada tindak lanjut, bisa jadi orang menyimpulkan yang dibilang tadi, ini hanya gimmick," katanya.
Bagi PKS , kata Jazuli, hal yang lebih penting dari reshuffle, termasuk siapa pun orang yang bakal ditunjuk Jokowi masuk kabinet, yakni bagaimana kabinet baru nanti bisa menjawab tuntutan rakyat. "Ini yang paling penting," ungkapnya.
Dikatakan Jazuli, saat ini masalah COVID-19 menjadi persoalan paling mendasar yang dihadapi bangsa ini sehingga harus menjadi perhatian bersama. "Jadi itu intinya. Bagaimana kabinet kedepan bisa menjawab tuntutan dan harapan rakyat," katanya.
Seperti ketika kampanye, di mana Jokowi memiliki jargon "Kerja, Kerja, Kerja", maka saat ini, kata Jazuli, kinerja Jokowi dan kabinetnya harus bisa dirasakan oleh rakyat. Jazuli berharap Jokowi tidak berhenti hanya dengan mengungkapkan kemarahan tapi harus ada tindak lanjut yang lebih konkret.
"Saya mohon dan berharap, berharap aja ya, saya berharap Bapak Jokowi tidak mentok dan selesai pada kemarin marah-marahnya itu, ga sampai situ. Tetapi marah itu harus ada tindak lanjut implementasinya. Kalau marah-marah doang kemudian gak ada tindak lanjut, bisa jadi orang menyimpulkan yang dibilang tadi, ini hanya gimmick," katanya.
(abd)
Lihat Juga :