Soal Reshuffle Kabinet, PKS: Kami Oposisi Sendiri Nggak Apa-Apa

Kamis, 02 Juli 2020 - 19:53 WIB
loading...
Soal Reshuffle Kabinet,...
Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini (kanan) menjadi narasumber diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk Kemarahan Presiden Berujung Reshuffle Kabinet? di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2020). FOTO/SINDOnews/ABDUL ROCHIM
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka opsi untuk melakukan perombakan (reshuffle) kabinet , menyusul kinerja sejumlah menteri yang dinilai tidak optimal, terutama dalam penanganan pandemi COVID-19. Presiden bahkan mengungkapkan kegeramannya karena di tengah krisis seperti sekarang, kinerja sejumlah menteri dinilai masih biasa-biasa saja.

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengaku sedang melihat Jokowi mengungkapkan kemarahan kepada para pembantunya. "Pak Jokowi marah-marah, saya senang dengan marahnya Pak Jokowi karena sesungguhnya isi marahnya Pak Jokowi itu sudah kami suarakan sejak beberapa bulan yang lalu, jadi kami merasa terwakili oleh Pak Jokowi," kata Jazuli dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk "Kemarahan Presiden Berujung Reshuffle Kabinet ?" di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Jazuli melihat dalam video tersebut Jokowi benar-benar marah karena isi ungkapan kemarahannya ditulis. "Itu menunjukkan bahwa itu serius makanya kalau saya menafsirkannya dia serius marahnya karena isi marahnya itu ditulis," katanya.(Baca juga: Soal Reshuffle, Fadli Zon: Kalau Tidak Ditindaklanjuti Akan Mendegradasi Jokowi )

Mengenai isu reshuffle, Jazuli mengatakan bahwa itu menjadi kewenangan mutlak dari Presiden. PKS yang sejak awal memilih sebagai oposisi, kata Jazuli, tidak mau mencampuri urusan reshuffle yang digaungkan Presiden. "PKS tahu diri karena kita oposisi maka begitu ada (wacana) reshuffle, saya secara pribadi dan institusi Fraksi PKS tidak elok, ikut-ikutan tentang mengintervensi reshuffle ini. Itu hak prerogatifnya Pak Jokowi," tuturnya.

PKS pun tidak peduli jika dalam skema kocok ulang kabinet nanti membuat PKS harus berjalan sendirian sebagai parpol oposisi. Diketahui, saat ini selain PKS, masih ada Partai Demokrat dan PAN yang tidak masuk dalam pemerintahan. "Golkar mau ditambah lagi itu haknya bapak Presiden, Bapak Misbakhun (politisi Golkar) masuk menteri apa, umpamanya kan, secara pribadi saya senang kalau jadi menteri karena teman saya baik, umpamanya," ungkapnya.

"Bapak Daulay (politikus PAN Saleh Partaonan Daulay) masuk jadi Menteri Agama umpama, umpama, kita senang-senang aja, meskipun umpamanya PKS harus sendirian, nggak oposisi, yang oposisi ya enggak apa-apa, emang kita udah niat dari awal (oposisi)," katanya.(Baca juga: Heboh Isu Reshuffle, Ini Jejak Bongkar Pasang Menteri Era Jokowi )

Bagi PKS , kata Jazuli, hal yang lebih penting dari reshuffle, termasuk siapa pun orang yang bakal ditunjuk Jokowi masuk kabinet, yakni bagaimana kabinet baru nanti bisa menjawab tuntutan rakyat. "Ini yang paling penting," ungkapnya.

Dikatakan Jazuli, saat ini masalah COVID-19 menjadi persoalan paling mendasar yang dihadapi bangsa ini sehingga harus menjadi perhatian bersama. "Jadi itu intinya. Bagaimana kabinet kedepan bisa menjawab tuntutan dan harapan rakyat," katanya.

Seperti ketika kampanye, di mana Jokowi memiliki jargon "Kerja, Kerja, Kerja", maka saat ini, kata Jazuli, kinerja Jokowi dan kabinetnya harus bisa dirasakan oleh rakyat. Jazuli berharap Jokowi tidak berhenti hanya dengan mengungkapkan kemarahan tapi harus ada tindak lanjut yang lebih konkret.

"Saya mohon dan berharap, berharap aja ya, saya berharap Bapak Jokowi tidak mentok dan selesai pada kemarin marah-marahnya itu, ga sampai situ. Tetapi marah itu harus ada tindak lanjut implementasinya. Kalau marah-marah doang kemudian gak ada tindak lanjut, bisa jadi orang menyimpulkan yang dibilang tadi, ini hanya gimmick," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Prabowo Berkelakar Soal...
Prabowo Berkelakar Soal Reshuffle Zulhas usai Salah Sebut Nama Desa di Kebumen
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Jejak Pendidikan Jumhur...
Jejak Pendidikan Jumhur Hidayat yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Peduli Keselamatan Pemudik,...
Peduli Keselamatan Pemudik, PKS Dirikan Posko Pelayanan Mudik Gratis
Rekomendasi
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
Donald Trump Marah Besar...
Donald Trump Marah Besar kepada Vladimir Putin, Ada Apa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved