LPOI Keluarkan 9 Seruan Sikapi Situasi Terkini Negara

Jum'at, 16 September 2022 - 12:38 WIB
loading...
A A A
"Peluang perkembangan digital economy dan creative economy, keterbukaan peluang perdagangan dan investasi baik yang berbasis Government to Government, Business to Business, dan People to People, serta potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang berlimpah, haruslah dapat dioptimalkan untuk memihak pada kemakmuran kehidupan rakyat secara adil dan merata. Tidak boleh dimonopoli oleh kekuatan oligarki, serta wajib diperuntukkan dan diprioritaskan untuk membangun kemandirian dan kedaulatan bangsa dan negara," katanya.

Mendasar pada beberapa persoalan tersebut, Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyerukan kepada semua pihak dan mendesak kepada pemerintah untuk:

1. Mewaspadai turbulensi dan ancaman resesi, dengan menyiapkan kebijakan dan melakukan mitigasi resiko dan kontigensi plan ekonomi nasional, serta meminimilasir resiko degradasi ekonomi. Serta memihak pada kepentingan rakyat, dengan menjamin ketersediaan Sembako, BBM dengan harga terjangkau, dan meningkatkan produktivitas serta daya beli masyarakat.

2. Waspadai politisasi agama dan politik identitas, dengan membangun kesiapsiagaan nasional, deteksi dini dan mewaspadai Gerakan dan atau organisasi yang melakukan Recruitment dan penggalangan politisasi agama. Demikian halnya dengan Menindaksecara tegas berbagai bentuk dan upaya politisasi agama.

3. Waspadai virus radikalisme, terorisme, dan intoleransi, dengan membangun sistem kewaspadaan nasional, system deteksi dini, system pengawasan berbasis Indeks Potensi Radikal secara kolaboratif berbasis multipihak. Mencegah, membangun imunitas ideologi dan edukasi wawasan kebangsaan, menindak segala bentuk rencana dan aksi penggalangan dana, rekrutmen, Ideologisasi, organisasi Radikal, intoleran dan organisasi teroris. Membubarkan organisasi dan melarang ideologi yang bertentangan dengan Pancasila Serta segera menerbitkan INPRES (Instruksi Presiden) tentang Gerakan Nasional Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi.

4. Waspadai ancaman bencana ekologis, dengan menghentikan over eksploitasi sumberdaya alam dan monopoli oligarki atas sumberdaya bangsa. Mempercepat tutupan Kawasan hutan dengan melakukan reforestasi dan konservasi. Menyelamatkan keanekaragaman hayati. Menggerakkan eco-lifestyle masyarakat. Mengarus utamakan kebijakan yang pro-environment. Melakukan mitigasi bencana dan mempersiapkan kontigensi plan, dan menggalang kesiapsiagaan seluruh stakeholder bangsa untuk lebih peduli dan peka terhadap ancaman bencana ekologis.

5. Waspadai infiltrasi ideologi transnasional, hegemoni budaya, dan politik global, dengan membumikan Kembali Ideologi Pancasila agar menjadi pandangan hidup (Life Of View), gaya hidup (Life Style), dan menjadi tata nilai kehidupan berbangsa,bernegara, beragama dan bermasyarakat. Mencegah dan memfilter segala bentuk ideologi dan budaya yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Memperkuat jatidiri dan budaya bangsa dan Identitas Nasional Indonesia. Mempromosikan dan mengarusutamakan ekspor dan ekspansi idiologi dan budaya Pancasila ke mancanegara. Membangun system pertahanan ideologi, budaya dan politik kebangsaan yang kokoh. Mewaspadai pressure politik atas utang luar negeri dan mengurangi ketergantungan negara terhadap hutang luar negeri. Serta menyiapkan Generasi Pancasilais yang dapat menjadi ujung tombak untuk menegakkan dan mengokohkan Konsensus Nasional Indonesia berdasarkan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang Undang dasar 1945.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
LPOI Gelar Konsolidasi...
LPOI Gelar Konsolidasi untuk Perdamaian dan Peradaban Humanis
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, NU Dinilai Butuh Kepemimpinan KH Said Aqil dan Gus Salam
Densus 88 Ungkap Ciri...
Densus 88 Ungkap Ciri Anak Terpapar Radikalisme
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 Miliar Barel Minyak...
1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Rekomendasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Berita Terkini
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved