Rasuna Said, Pahlawan Nasional Berjuluk Singa Betina yang Menjadi Google Doodle Hari Ini
Rabu, 14 September 2022 - 20:27 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, sang ayah meminta Rasuna Said untuk melanjutkan pendidikannya di Pesantren Ar-Rasyidiyah. Ia juga sempat mengajar saat sedang sekolah di Diniyah School.
Selain seorang yang taat agama, Rasuna said juga berjuang di dunia politik. Pada 23 Oktober 1932, dalam rapat umum bagian perempuanPERMI di Padang, Rasuna menyampaikan pidatonya yang berjudul “Langkah-Langkah Menuju Kemerdekaan Rakyat Indonesia”.
Rasuna Said juga dikenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam. Pada tahun 1935 ia pernah memimpin redaksi di sebuah majalah, Raya. Namun, Polisi Rahasia Belanda (PID) mempersulit ruang gerak Rasuna dan kawan-kawannya.
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, Rasuna Said aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Ia juga diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RIS).
Pada tahun 1947, ia menjadi anggota senior dan ketua bagian perempuan Front Pertahanan Nasional (FPN). Di FPN ini, Buya Hamka didaulat sebagai Ketua, Chatib Sulaiman selaku Sekretaris, dan Oedin mengepalai barisan dari partai politik. Rasuna Said juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatera, serta menjadi Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
Selain seorang yang taat agama, Rasuna said juga berjuang di dunia politik. Pada 23 Oktober 1932, dalam rapat umum bagian perempuanPERMI di Padang, Rasuna menyampaikan pidatonya yang berjudul “Langkah-Langkah Menuju Kemerdekaan Rakyat Indonesia”.
Rasuna Said juga dikenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam. Pada tahun 1935 ia pernah memimpin redaksi di sebuah majalah, Raya. Namun, Polisi Rahasia Belanda (PID) mempersulit ruang gerak Rasuna dan kawan-kawannya.
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, Rasuna Said aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Ia juga diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RIS).
Pada tahun 1947, ia menjadi anggota senior dan ketua bagian perempuan Front Pertahanan Nasional (FPN). Di FPN ini, Buya Hamka didaulat sebagai Ketua, Chatib Sulaiman selaku Sekretaris, dan Oedin mengepalai barisan dari partai politik. Rasuna Said juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatera, serta menjadi Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
Lihat Juga :