Tolak Aneksasi Israel, Charles Honoris: Ini Perjuangan Melawan Ketidakadilan

Rabu, 01 Juli 2020 - 21:33 WIB
loading...
Tolak Aneksasi Israel,...
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Charles Honoris mengatakan isu internasional yang paling dekat di hati rakyat Indonesia adalah isu Palestina. Foto/SINDOnews/Abdul Rochim
A A A
JAKARTA - Sebanyak 215 anggota Parlemen Dunia satu suara mengutuk upaya aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina. Aneksasi formal tersebut merupakan pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional dan tatanan berbasis aturan global.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Charles Honoris mengatakan isu internasional yang paling dekat di hati rakyat Indonesia adalah isu Palestina. Karena itu, menurut Politikus PDIP ini, rakyat Indonesia bersatu mendukung perjuangan Palestina. (Baca juga: Tolak Aneksasi Israel, Dubes Palestina: Terima Kasih Indonesia)

”Karena selain sudah dimandatkan oleh konstitusi kita, kita pasti tidak suka, tidak senang melihat ketidakadilan yang dilakukan oleh Israel di Palestina,” ujarnya dalam diskusi Forum Legislasi bertema “Pernyataan Bersama Anggota Parlemen Berbagai Negara Menentang Aneksasi Israel terhadap Wilayah Palestina” di Media Center MPR/DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Charles mengatakan mendukung perjuangan rakyat Palestina bukan soal agama, bukan juga soal melawan agama Yahudi. ”Tidak…! Ini adalah perjuangan melawan zionisme, perjuangan melawan ketidakadilan, perjuangan melawan penjajahan. Dan rakyat Indonesia pasti terus mendukung kegiatan atau perjuangan melawan ketidakadilan tersebut,” kata Anggota Komisi I DPR ini.

Dikatakan Charles, rakyat Indonesia harus terus mendukung perjuangan melawan pelanggaran hukum internasional yang terus dilakukan oleh Israel. ”Israel sudah berkali-kali melanggar resolusi-resolusi PBB, Resolusi Sidang Umum, maupun Resolusi Dewan Keamanan. Resolusi Dewan Keamanan mengikat bagi setiap negara anggota, dan Israel sudah berkali-kali melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB,” tuturnya.

Menurutnya, Bung Karno pernah mengatakan bahwa selama kemerdekaan belum diberikan kepada rakyat Palestina maka Indonesia akan terus menentang penjajahan oleh Israel. ”Saya harus mengapresiasi Kementerian Luar Negeri yang selama ini konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina. Kita harus menentang the deal of century yang diinisiasi oleh Trump, presiden yang hari-hari ini semakin, mungkin dianggap sebagai badut di negerinya sendiri,” paparnya. (Baca juga: BKSAP DPR Desak Pemerintah Buat Gerakan Internasional Lawan Israel)

Charles menambahkan upaya aneksasi wilayah Palestina oleh Israel sebetulnya bukan baru saja direncanakan tapi sudah berlangsung bertahun-tahun sebagai upaya memperluas pemukiman-pemukiman ilegal. ”Kalau kita melihat peta Palestina tahun 1948 dengan hari ini saja misalkan, kita bandingkan luasnya sudah jauh lebih kecil dibandingkan dengan peta tahun 1948. Ini karena upaya memperluas secara ilegal yang didukung oleh pemerintah Israel,” katanya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Pemimpin Dunia Bertemu...
3 Pemimpin Dunia Bertemu Prabowo dalam Sepekan, Bukti Indonesia Dipercaya Dunia
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Presiden Prabowo ke...
Presiden Prabowo ke PM Wong: Hubungan Indonesia-Singapura Harus Langgeng
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Rekomendasi
ABP PTSI Gelar Munas...
ABP PTSI Gelar Munas VI, Bahas Strategi Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi Swasta
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
MNC University Edukasi...
MNC University Edukasi Siswa Baru SMPN 72 Jakarta tentang Bijak Bermedia Sosial
Berita Terkini
TNI AD Bentuk Tim Investigasi...
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
1 Prajurit Tewas dan...
1 Prajurit Tewas dan 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun
Refly Harun Optimistis...
Refly Harun Optimistis Hakim Kabulkan Praperadilan Roy Suryo Jilid II
Tok! SK PPP Jabar Sah...
Tok! SK PPP Jabar Sah meski Penggugat Hadirkan Taj Yasin sebagai Saksi Kunci
Ungkap Banyak Kejanggalan,...
Ungkap Banyak Kejanggalan, Munarman Minta KY dan MA Awasi Sidang Banding MNC Asia Vs CMNP
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved