Murka Jokowi

Rabu, 01 Juli 2020 - 19:51 WIB
loading...
Murka Jokowi
Adi Prayitno
A A A
Adi Prayitno
Direktur Eksekutif Parameter Politik

JOKOWI murka besar. Para pembantunya dinilai tak punya sense of crisis. Biasa-biasa saja menghadapai pandemi Covid-19. Tak ada upaya extraordinary di luar kewajaran. Segala hal sudah diberikan. Anggaran berlimpah hingga kemudahan regulasi. Padahal kabinet kerja jilid II ini diiringi sanjung puji karena dipenuhi orang yang katanya ‘tak biasa’.

Murka Jokowi karena kerja menteri tak sesuai ekspektasi. Manuver nyatanya tak pernah ada. Semua mati gaya dan lesu darah menghadapi Korona. Kreatifitas yang diharapkan tak kunjung tiba. Padahal hampir setahun menteri menjabat. Bayangkan menyerap anggaran saja tak bisa, distribusi bansos tak maksimal, dan stimulus ekonomi rendah, apalagi berimprovisasi yang lainnya.

Dalam perspektif filsafat politik, pernyataan elit seperti presiden menjelma sebagai sebagai sebuah teks politik bebas tafsir yang cenderung liar. Sangat tergantung pada kapasitas subjek yang menafsirkan. Lingkungan bermain, pola pikir, dan asupan informasi turut serta mengontruk hasil tafsir seseorang.

Bagi kebanyakan orang awam murka Jokowi dimaknai sebagai ultimatum. Semacam intimidasi politik menuju reshuffle karena performa kerja menteri lemah. Bagi loyal votersnya, Jokowi menunjukkan taringnya sebagai pemimpin tegas pemberani. Tak takut tekanan juga tak punya beban politik apapun. Namun bagi para haters, Jokowi hanya pencitraan, gertak sambal, dan ‘mengorbankan’ menterinya saja di tengah kesulitan menghadapi korona. Sebatas show di panggung muka. Efeknya nihil.

Ragam tafsir itu menjejali ruang publik bekalangan ini. Riuh rendah saut-sautan antar mazhab tak kunjung selesai. Saling klaim saling tuding nyaris tanpa henti. Sejenak wabah korona dilupakan. Sejenak suhu panas RUU HIP lenyap. Yang ada hanyalah dirkursus marah besar Jokowi. Memantik polemik tak berkesudahan.

Dari segi perspektif komunikasi politik, Jokowi sedang memeragakan Low Context Communication. Sejenis model komunikasi yang langsung ke inti persoalan tanpa tedeng aling. Padahal biasanya Jokowi lebih kalem. Bahkan banyak guyon. Kritik dan kemarahannya tak terlampau ditampakkan ke publik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
Urus Perjalanan Bisnis...
Urus Perjalanan Bisnis Perusahaan Lebih Praktis dengan Bantuan 24 Jam
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
Berita Terkini
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved