Antara Floyd, Sambo, dan Pasien Rumah Sakit

Kamis, 01 September 2022 - 07:06 WIB
loading...
Antara Floyd, Sambo,...
Iqbal Mochtar (Foto: Ist)
A A A
Iqbal Mochtar
Pengurus PB IDI dan PP IAKMI, Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Timur Tengah

DUA tahun lalu, pemuda berkulit hitam George Floyd dibantai di tengah jalan di Minneapolis, Amerika Serikat. Pembunuhnya seorang polisi. Dengan tangan terborgol dan tertelungkup di jalan, leher Floyd ditindih keras dengan lutut. Dia ditindih selama bermenit-menit, padahal Floyd sudah memohon dan mengiba, “Saya tidak bisa bernapas, saya tidak bisa bernapas!”. Tapi sang polisi tetap saja menindih lehernya dengan lutut tanpa rasa kemanusiaan. Hingga akhirnya Floyd kehabisan napas, benar-benar tewas di jalanan, tepat di tempatnya bermohon dan mengiba.

Satu nyawa melayang. Kontan Amerika Serikat membara. Terjadi demonstrasi besar-besaran di seantero negeri. Banyak pembakaran dan perusakan fasilitas. Bukan hanya di Minneapolis tetapi seluruh state Amerika Serikat. Bahkan, aksi protes dan demo berlangsung hingga berbulan-bulan lamanya. Polisi dihujat habis-habisan; kantornya di Minneapolis sempat ditutup lama. Ini kisah bagaimana satu nyawa hilang memicu kerusuhan luas dan hebat.

Kisah senada Floyd sedang terjadi di Indonesia. Seorang anggota kepolisian bernama Brigadir J dibantai di dalam rumah polisi. Pembantainya juga seorang anggota polisi. Informasi yang beredar, Brigadir J dibantai dalam keadaan berlutut sambil rambutnya dijambak. Dia juga sempat mengiba, memohon maaf dan meminta agar tidak ditembak. Tapi pembunuhnya sudah kalap. Pistol ditembakkan dari jarak dekat ke tengkoraknya.

Pelurunya menembus hingga ke otak dan wajah korban yang tidak berdaya. Darah berceceran. Satu nyawa melayang. Sesudah itu pembunuhnya menciptakan skenario seolah-olah Brigadir J bersalah dan tewas dalam kejadian tembak menembak dengan salah seorang rekannya sesama ajudan. Sejumlah oknum polisi ikut mem-back up skenario palsu itu.

Kontan Indonesia ribut. Kasus ini di-blow up habis-habisan oleh media massa. Kegaduhan juga terjadi di media sosial yang menyorot kejadian yang dinilai banyak kejanggalan. Sudah lebih sebulan kasus ini menjadi headline surat kabar, media sosial, radio dan televisi. Kasus ini membuat rating media sangat meroket. Tiada hari, tiada jam tanpa memberitakan kejadian ini. Saat digelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara, sejumlah stasiun televisi swasta menyiarkan prosesnya secara langsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens: Keterbukaan...
Boni Hargens: Keterbukaan Kapolri Perkuat Relasi Negara dan Masyarakat
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ambil Magister Teologi
Pemerintah Gandeng Homeless...
Pemerintah Gandeng Homeless Media, Dewan Pers: Mereka Jangan Menjadi Humas
Komdigi: Pers sebagai...
Komdigi: Pers sebagai Benteng Pertahanan Melawan Hoaks dan Disinformasi
Komaruddin Hidayat:...
Komaruddin Hidayat: Pers Masih Jadi Rujukan Utama Masyarakat di Tengah Ledakan Informasi
Diterpa Isu Pungli,...
Diterpa Isu Pungli, Imigrasi Batam Perkuat Layanan ImmiCare Jemput Bola untuk Pasien
Layanan Immi Care Imigrasi...
Layanan Immi Care Imigrasi Batam Selamatkan Pasien Penanganan Darurat ke Malaysia
Media Nasional Terancam,...
Media Nasional Terancam, SPS Desak Pemerintah Tinjau Ulang Perjanjian Dagang RI-AS Terkait Digital
Rekomendasi
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
Berita Terkini
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved