Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku Mandiri Tiba Pekan Depan
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi kami upayakan juga jalan paralel. Kami tunggu dari program pemerintah, juga mengupayakan untuk jalur mandiri. Kami ikhlas asal vaksinnya segera datang untuk bisa segera diaplikasikan kepada sapi yang kami miliki,” katanya.
Selain itu, upaya lain yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus PMK, yaitu pemusnahan sapi terpapar PMK secara massal (stamping out) dengan diikuti pemberian ganti rugi 100% kepada pemilik ternak. Kemudian, kontrol lalu lintas ternak antardaerah dalam satu pulau atau antarpulau, serta edukasi dan sosialisasi bagi peternak.
Baca: Gencarkan Vaksin PMK, Pemerintah Dinilai Selamatkan Peternak
“Langkah paling tepat adalah stamping out. Masalahnya belum ada payung hukum yang memungkinkan dilakukan penggantian atas sapi terinfeksi PMK yang dimusnahkan,” tuturnya.
Meski mengalami kerugian yang cukup besar imbas dari wabah PMK, asosiasi peternak mengakui ada sisi positifnya. Sisi positif yang dimaksud adalah pendataaan ternak-ternak di Indonesia menjadi lebih tertata rapi.
Hal ini seiring adanya syarat wajib berupa sertifikasi vaksin hewan ternak yang harus dipenuhi peternak bila ingin melakukan pembelian ternak. “Ini salah satu berkah dari PMK, sapi-sapi kami lebih rapi terdata. Inginnya seperti itu dan Insya Allah seperti itu. Sehingga kami yang membeli sapi akan memilih yang benar-benar yakin tervaksin,” imbuhnya.
Selain itu, upaya lain yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus PMK, yaitu pemusnahan sapi terpapar PMK secara massal (stamping out) dengan diikuti pemberian ganti rugi 100% kepada pemilik ternak. Kemudian, kontrol lalu lintas ternak antardaerah dalam satu pulau atau antarpulau, serta edukasi dan sosialisasi bagi peternak.
Baca: Gencarkan Vaksin PMK, Pemerintah Dinilai Selamatkan Peternak
“Langkah paling tepat adalah stamping out. Masalahnya belum ada payung hukum yang memungkinkan dilakukan penggantian atas sapi terinfeksi PMK yang dimusnahkan,” tuturnya.
Meski mengalami kerugian yang cukup besar imbas dari wabah PMK, asosiasi peternak mengakui ada sisi positifnya. Sisi positif yang dimaksud adalah pendataaan ternak-ternak di Indonesia menjadi lebih tertata rapi.
Hal ini seiring adanya syarat wajib berupa sertifikasi vaksin hewan ternak yang harus dipenuhi peternak bila ingin melakukan pembelian ternak. “Ini salah satu berkah dari PMK, sapi-sapi kami lebih rapi terdata. Inginnya seperti itu dan Insya Allah seperti itu. Sehingga kami yang membeli sapi akan memilih yang benar-benar yakin tervaksin,” imbuhnya.
Lihat Juga :