Ernest Douwes Dekker, Keturunan Eropa yang Gigih Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 13:50 WIB
loading...
Ernest Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi). Foto/direktoratk2krs.kemsos.go.id
A
A
A
JAKARTA - Ernest Douwes Dekker merupakan salah satu tokoh pergerakan nasionalisme dan kemerdekaan Indonesia. Tokoh berdarah Belanda yang juga dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi ini menentang kolonialisme melalui pemikiran dan tulisannya.
Ernest Douwes Dekker memiliki nama lengkap Ernest Francois Eugene Douwes Dekker. Dia merupakan seorang Indo-Belanda yang lahir di Pasuruan , 8 Oktober 1879. Dia merupakan putra dari Auguste Henri Edouard Douwes Dekker dan Louisa Margaretha Neumann. Sang ibu, Louisa, berdarah Jerman-Jawa, sedangkan ayahnya orang Eropa murni.
Dia menempuh pendidikan dasar di Pasuruan, kemudian di salah satu sekolah elite di Batavia bernama Gymnasium Koning Willem III School. Setelah lulus, Douwes Dekker diterima untuk bekerja di kebun kopi di Malang. Di situlah, ia melihat penindasan rakyat pribumi. Tidak tega melihat penindasan, dia berusaha membela para pribumi. Hal itulah yang membuat dirinya merasakan diskriminasi hingga akhirnya ia dipecat.
Baca juga: Jejak Muhammadiyah Menuju Kemerdekaan Indonesia
Menjadi pengangguran membuat Douwes Dekker memutuskan pindah ke Afrika. Selama di Afrika, ia menyadari mengenai permasalahan rasial yang dilakukan oleh bangsa Eropa. Karena hal itulah dia memilih untuk membantu rakyat Afrika melawan Inggris.
Ernest Douwes Dekker memiliki nama lengkap Ernest Francois Eugene Douwes Dekker. Dia merupakan seorang Indo-Belanda yang lahir di Pasuruan , 8 Oktober 1879. Dia merupakan putra dari Auguste Henri Edouard Douwes Dekker dan Louisa Margaretha Neumann. Sang ibu, Louisa, berdarah Jerman-Jawa, sedangkan ayahnya orang Eropa murni.
Dia menempuh pendidikan dasar di Pasuruan, kemudian di salah satu sekolah elite di Batavia bernama Gymnasium Koning Willem III School. Setelah lulus, Douwes Dekker diterima untuk bekerja di kebun kopi di Malang. Di situlah, ia melihat penindasan rakyat pribumi. Tidak tega melihat penindasan, dia berusaha membela para pribumi. Hal itulah yang membuat dirinya merasakan diskriminasi hingga akhirnya ia dipecat.
Baca juga: Jejak Muhammadiyah Menuju Kemerdekaan Indonesia
Menjadi pengangguran membuat Douwes Dekker memutuskan pindah ke Afrika. Selama di Afrika, ia menyadari mengenai permasalahan rasial yang dilakukan oleh bangsa Eropa. Karena hal itulah dia memilih untuk membantu rakyat Afrika melawan Inggris.
Lihat Juga :