Ernest Douwes Dekker, Keturunan Eropa yang Gigih Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
Kegeramannya kepada pemerintah kolonial ia salurkan pada hobi menulis. Tulisannya yang membuat pihak Belanda geram berjudul "Kebangkrutan Politik Etis di Hindia Belanda". Tulisan ini terbit Februari 1908. Kemudian, pada Agustus 1908, tulisannya berjudul "Cara Bagaimana Belanda Paling Cepat Kehilangan Tanah Jajahannya?" tercetak dalam Nieuwe Arnhemsche Courant.
Selama di Hindia Belanda, Douwes Dekker menjadikan jurnalistik sebagai senjata untuk melawan kolonialisasi. Semakin hari, kata-kata yang ditulisnya semakin tajam dan berani. Douwes Dekker, yang dikenal pula dengan nama Danudirja Setiabudi, secara terang-terangan mengkritik dan menentang Belanda serta membuat tulisan yang pro terhadap kaum pribumi.
Pada tahun 1912, Ernest Douwes Dekker bersama Suwardi Suryaningrat dan dr. Cipto Mangunkusumo mendirikan partai politik pertama yang diberi nama Indische Partij. Ketiga tokoh ini pun disebut sebagai Tiga Serangkai.
Dikutip dari direktoratk2krs.kemsos.go.id, Indiesche Partij mempropangandakan cita-cita kemerdekaan sehingga memiliki banyak anggota sampai sekitar 7.500 orang dari 30 cabang. Indische Partij kemudian dibubarkan Belanda pada Maret 1913.
Douwes Dekker dibuang ke Belanda karena menentang perayaan 100 tahun Belanda merdeka dari Prancis di Hindia Belanda. Di Belanda, Douwes Dekker belajar ilmu ekonomi sambil bergabung dengan Indiesche Vereeniging (Perhimpunan Indonesia). Kemudian ia mendirikan National Indische Partij pada 1919.
Selama di Hindia Belanda, Douwes Dekker menjadikan jurnalistik sebagai senjata untuk melawan kolonialisasi. Semakin hari, kata-kata yang ditulisnya semakin tajam dan berani. Douwes Dekker, yang dikenal pula dengan nama Danudirja Setiabudi, secara terang-terangan mengkritik dan menentang Belanda serta membuat tulisan yang pro terhadap kaum pribumi.
Pada tahun 1912, Ernest Douwes Dekker bersama Suwardi Suryaningrat dan dr. Cipto Mangunkusumo mendirikan partai politik pertama yang diberi nama Indische Partij. Ketiga tokoh ini pun disebut sebagai Tiga Serangkai.
Dikutip dari direktoratk2krs.kemsos.go.id, Indiesche Partij mempropangandakan cita-cita kemerdekaan sehingga memiliki banyak anggota sampai sekitar 7.500 orang dari 30 cabang. Indische Partij kemudian dibubarkan Belanda pada Maret 1913.
Douwes Dekker dibuang ke Belanda karena menentang perayaan 100 tahun Belanda merdeka dari Prancis di Hindia Belanda. Di Belanda, Douwes Dekker belajar ilmu ekonomi sambil bergabung dengan Indiesche Vereeniging (Perhimpunan Indonesia). Kemudian ia mendirikan National Indische Partij pada 1919.
Lihat Juga :