Gubernur Lemhannas: Indonesia Tak Akan Alami Kelangkaan Pangan hingga 9 Bulan ke Depan
Rabu, 24 Agustus 2022 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk harga pangan di Ukraina sekarang gandum cenderung turun. Kalau tidak itu ada sekitar 40 juta ton gandum hasil panen tahun ini, dari Ukraina tidak keluar akan berpengaruh kepada 800 juta konsumen gandum dunia. Jadi itu masalah kita, ada dirangkai pasok," katanya.
Baca juga: Agus Widjojo Dilantik Jadi Dubes RI di Filipina, Gubernur Lemhannas Diisi Plt
Guna mengatasi permasalahan itu, berbagai upaya telah dilakukan Indonesia, misalnya dengan menaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) untuk menekan inflasi dan juga langkah Presiden memerintahkan tim pengendali inflasi di daerah untuk betul-betul mengamankan harga dan memastikan pasokan distribusi berjalan optimal. "Tapi solusi utamanya tetap di distribusi pasokan," ungkapnya.
Berdasarkan data distribusi pasokan global, kata Andi, 82% dari komoditas pangan dan energi global itu didistribusikan lewat laut. Kemudian dari 82% itu saat ini yang terganggu diangka 60%.
Selanjutnya, jalur distribusi melalui Indonesia melalui Selat Malaka, Selat Sunda, dan Lombok diangka 46% dari pasukan komoditas pangan energi dunia. "Oleh karena itu kami ambil tema geopolitik ini untuk berusaha memberikan pemahaman syukur-syukur ada rekomendasi tentang bagaimana tantangan ke depan terkait konektivitas rantai pasok global," ucapnya.
Baca juga: Agus Widjojo Dilantik Jadi Dubes RI di Filipina, Gubernur Lemhannas Diisi Plt
Guna mengatasi permasalahan itu, berbagai upaya telah dilakukan Indonesia, misalnya dengan menaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) untuk menekan inflasi dan juga langkah Presiden memerintahkan tim pengendali inflasi di daerah untuk betul-betul mengamankan harga dan memastikan pasokan distribusi berjalan optimal. "Tapi solusi utamanya tetap di distribusi pasokan," ungkapnya.
Berdasarkan data distribusi pasokan global, kata Andi, 82% dari komoditas pangan dan energi global itu didistribusikan lewat laut. Kemudian dari 82% itu saat ini yang terganggu diangka 60%.
Selanjutnya, jalur distribusi melalui Indonesia melalui Selat Malaka, Selat Sunda, dan Lombok diangka 46% dari pasukan komoditas pangan energi dunia. "Oleh karena itu kami ambil tema geopolitik ini untuk berusaha memberikan pemahaman syukur-syukur ada rekomendasi tentang bagaimana tantangan ke depan terkait konektivitas rantai pasok global," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :