Profil Kolonel Budi Iryanto, Penemu Kokain Senilai Rp1,2 Triliun yang Meninggal karena Sakit

Rabu, 24 Agustus 2022 - 18:32 WIB
loading...
Profil Kolonel Budi Iryanto, Penemu Kokain Senilai Rp1,2 Triliun yang Meninggal karena Sakit
Kolonel Laut (P) Budi Iryanto meninggal dunia pada Sabtu (20/08/2022) pekan lalu. FOTO/FACEBOOK SANUJI PENTAMARTA
A A A
JAKARTA - Kolonel Laut (P) Budi Iryanto meninggal dunia pada Sabtu (20/08/2022) pekan lalu. Budi Iryanto mengembuskan napas terakhir karena sakit yang diderita.

Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono. Dia menegaskan Kolonel Budi Iryanto meninggal dunia karena penyakit.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis anggapan atau isu yang beredar terkait Kolonel Budi yang meninggal karena penemuan dan pengungkapan penyelundupan kokain senilai Rp1,2 triliun.



"Hal tersebut perlu dijelaskan kepada masyarakat seiring mencuatnya rumor bahwa Kolonel Budi Iryanto meninggal karena terkait penggagalan penyelundupan kokain seberat 179 kg senilai Rp1,2 Triliun, tepatnya saat dirinya menjabat sebagai Danlanal Banten," kata Julius melalui keterangan resminya, Selasa (23/8/2022).

Lantas, siapakah sebenarnya sosok Kolonel Laut (P) Budi Iryanto ini?

Kolonel Budi Iryanto merupakan mantan Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten. Dia menempati jabatan tersebut sejak Oktober 2020 hingga Mei 2022.

Dalam sepak terjangnya, Kolonel Budi pernah mengungkap temuan sekaligus penggagalan peredaran narkoba jenis kokain seberat 179 kg di Perairan Selat Sunda. Adapun nilai dari temuan kokai tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

Baca juga: Tak Ada Tersangka, TNI AL Bakal Musnahkan 179 Kg Kokain di Selat Sunda

Atas prestasinya, Kolonel Budi Iryanto diganjar promosi jabatan menjadi Asisten Operasi (Asops) Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XII Pontianak.

Berita meninggalnya Kolonel Laut Budi Iryanto sempat menimbulkan berbagai isu. Salah satunya adalah terkait penggagalan peredaran Kokain dengan nilai fantastis tersebut. Namun, berdasarkan laporan dari RSPAL dr Ramelan, pada 4 Agustus 2022, Kolonel Budi sebelumnya pernah datang ke RSPAL karena keluhan lemas.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa Kolonel Budi menderita penyakit diabetes melitus. Sebagai penanganannya, dia menjalani terapi berupa transfusi PRC, Hemodialisa, Infus Albumin, hingga Antibiotik. Pada 18 Agustus 2022, Kolonel Budi Iryanto mengalami penurunan kesadaran, sehingga harus dipindah ke ICU sampai pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 20 Agustus 2022.
(abd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1714 seconds (10.177#12.26)