Tak Ada Tersangka, TNI AL Bakal Musnahkan 179 Kg Kokain di Selat Sunda

Kamis, 26 Mei 2022 - 07:00 WIB
loading...
Tak Ada Tersangka, TNI AL Bakal Musnahkan 179 Kg Kokain di Selat Sunda
Tak Ada Tersangka, TNI AL Bakal Musnahkan 179 Kg Kokain di Selat Sunda
A A A
JAKARTA - TNI AL bakal memusnahkan narkoba jenis kokain yang ditemukan di Perairan Selat Sunda, Banten, beberapa waktu lalu. Jumlah barang haram tersebut mencapai 179 kilogram.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menuturkan, pemusnahan dilakukan setelah dalam kasus ini tak ditemukan adanya tersangka. "Karena ini tidak ada tersangkanya, itu barang temuan sehingga kita laporkan pada pengadilan. Dan sudah mendapatkan surat ya untuk dimusnahkan," ujar Yudo di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Dia menyebut, pemusnahan itu akan bekerja sama dengan pengadilan, kejaksaan, dan kementerian atau lembaga terkait. "Karena kan memang tidak ada dari tersangkanya," jelasnya.



Diberitakan sebelumnya, TNI AL berhasil menemukan ratusan kilogram narkoba jenis kokain di Perairan Selat Sunda, sekitar Pelabuhan Merak, Minggu (8/5/2022). Diperkirakan nilai 179 kg kokain itu mencapai Rp1,2 triliun.

Wakil KSAL Laksdya Ahmadi Heri Purwono mengatakan, barang haram itu ditemukan dalam keadaan mengapung dan sudah terbungkus 4 plastik berwarna hitam. Cara melemparkan plastik ke laut merupakan modus oknum menyelundupkan narkotika lewat perairan.



Dirinya menduga, pelaku melempar barang itu dengan pelampung. Nantinya setelah barang terapung, akan ada orang yang mengawasi dan mengambil barang haram itu sampai ke perairan Indonesia.

"Ini merupakan salah satu modus operandi dari cara memasukan barang-barang haram ke indonesia. Mungkin di sekitar area itu sudah ada, mungkin perahu cepat atau orang-orang yang akan mengawasi pergerakan barang," katanya.

Baca juga: Wakil KSAL Bongkar Modus Penyelundupan 179 Kg Kokain di Selat Sunda

Heri menjelaskan, dari analisa yang dilakukan TNI AL, bisa saja pelaku mempelajari karakteristik arus Selat Sunda. Dari hal tersebut, maka akan tersedia data arus pasang surut dari air laut.

"Nantinya diperkirakan posisi barang tersebut bisa diketahui. Atau ya dengan menggunakan alat bantu sinyal posisi. Ada barang yang oleh mereka dipasang di benda terapung tersebut sehingga posisinya bisa terdeteksi oleh kapal yang mengambil," ujarnya.
(abd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0991 seconds (10.177#12.26)