Sejarah Pemberontakan DI/TII dan Latar Belakangnya

Minggu, 21 Agustus 2022 - 04:56 WIB
loading...
Sejarah Pemberontakan...
Sejarah pemberontakan DI/TII akan diulas dalam artikel ini. Pemberontakan ini menjadi salah satu pemberontakan tersulit yang pernah dihadapi Indonesia. Foto/Kemendikbud
A A A
JAKARTA - Sejarah pemberontakan DI/TII akan diulas dalam artikel ini. Pemberontakan ini menjadi salah satu pemberontakan tersulit yang pernah dihadapi Indonesia.

Pasalnya, pemberontakan DI/TII terjadi di beberapa wilayah Indonesia, yakni Jawa, Kalimantan, Sulawesi, maupun Sumatera. DI merupakan singkatan dari Darul Islam, sedangkan TII singkatan dari Tentara Islam Indonesia.

Gerakan Darul Islam (DI) adalah gerakan politik yang tujuannya mendirikan Negara Islam Indonesia. Gerakan DI memiliki pasukan bernama Tentara Islam Indonesia (TII).

Baca juga: Ambulans Saksi Bisu Pemberontakan DI/TII

Nah, pemberontakan DI/TII di Jawa Barat merupakan pelopor gerakan ini. Pemimpinnya SM.Kartosuwiryo didaulat sebagai imam atau pemimpin tertinggi dari Negara Islam Indonesia.

Kemudian, diakui oleh wilayah-wilayah pemberontakan lainnya. Melansir situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, latar belakang pemberontakan DI/TII di Jawa Barat adalah kekecewaan pasukan Hisbullah dan Fisabilillah terhadap hasil perundingan Renville karena diperintahkan untuk meninggalkan Jawa Barat.

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat terjadi mulai Februari 1948 hingga 4 Juni 1962. Adapun prosesnya dimulai dari pengangkatan diri Kartosuwiryo menjadi pemimpin tertinggi pada Februari 1948.

Baca: Soal Ikrar Eks DI/TII, Semua Pihak Diminta Berpikir Positif

Selanjutnya, terjadi pertempuran antara pasukan Divisi Siliwangi yang long march dengan pasukan TII di Malangbong. Kemudian, Kartosuwiryo pada 7 Agustus 1949 memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia.

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat ditumpas dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan pendekatan pribadi yang dilakukan oleh Ketua Masyumi Muhammad Natsir, namun mengalami kegagalan.

Selain itu, operasi pagar betis, yakni strategi militer dengan menyertakan kekuatan rakyat. Strategi ini membuat gerakan pasukan TII semakin sempit.

Baca: Begini Sejarah dan Latar Belakang Pemberontakan PKI Madiun 1948

Lalu, pada 4 Juni 1962, pasukan Divisi Siliwangi berhasil menangkap Kartosuwiryo. Saat itu, Mahkamah Angkatan Darat Jawa-Madura menjatuhi hukuman mati kepada Kartosuwiryo.

Sementara itu, pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah dilatarbelakangi oleh keinginan untuk bergabung dengan Negara Islam Indonesia bentukan Kartosuwiryo. Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah ini berlangsung pada 23 Agustus 1949 hingga Juni 1954.

Sedangkan proses pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah adalah mengikrarkan berdirinya DI/TII Jawa Tengah (Jateng) pada 23 Agustus 1949 di Desa Pengarasan, Tegal. Kemudian, perluasan pemberontakan di Kebumen oleh Kiai Moh. Mahfudz.

Selain itu, Batalyon 426 Kudus dan Magelang bergabung dengan pasukan DI/TII Jateng. Pemberontakan DI/TII Jateng berhasil dihentikan dengan cara pembentukan komando operasi militer oleh pemerintah yang diberi nama Gerakan Benteng Nasional pada Januari 1950.

Di samping itu, pembentukan komando militer Operasi Benteng Raiders. Pada Juni 1954, DI/TII Jateng berhasil dilumpuhkan.

Adapun latar belakang pemberontakan DI/TII Sulawesi Selatan adalah kekecewaan Kahar Muzakar karena pasukannya yang tergabung dalam Komando Griliya tidak dimasukkan ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia (APRIS). Pemberontakan DI/TII Sulawesi Selatan berlangsung pada 1950 hingga Februari 1965.

Proses pemberontakan Kahar Muzakar dimulai setelah pasukannya ditolak ke dalam APRIS. Kahar beserta anak buahnya melarikan diri ke hutan.

Dia menyatakan bahwa pasukannya menjadi bagian dari NII Kartosuwiryo. Penumpasan pasukan DI/TII Sulawesi Selatan dilakukan dengan penyerbuan oleh pasukan Batalyon 330/Kujang Siliwangi. Kahar Muzakar tewas tertembak dalam penggerebekan itu.

Sementara itu, pemberontakan DI/TII Kalimantan Selatan (Kalsel) berlangsung pada 1950 hingga 1959. Keinginan untuk bergabung dengan NII bentukan Kartosuwiryo yang melatarbelakangi pemberontakan DI/TII Kalsel.

Pemberontakan DI/TII Kalsel diawali dari deklarasi Ibnu Hajar pada Oktober 1950 bahwa DI/TII Kalsel merupakan bagian dari DI/TII Kartosuwiryo. Dia juga menamakan pasukannya Kesatuan Rakyat yang Tertindas (KRYT).

Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mengatasi pembentukan Ibnu Hajar. Salah satunya cara persuasif, pemerintah menyarankan agar Ibnu Hajar menghentikan pemberontakannya.

Namun, usaha pemerintah ini gagal. Lalu, operasi militer dilaksanakan pada 1959. Operasi ini berhasil menangkap Ibnu Hajar sekaligus menumpas DI/TII Kalsel.

Sementara itu, pemberontakan DI/TII Aceh berlangsung pada 1953-1962. Latar belakang pemberontakan ini adalah kekecewaan masyarakat Aceh karena diturunkannya status Aceh menjadi Keresidenan di bawah Sumatera Utara.

Pemberontakan ini dimulai dengan keluarnya maklumat yang menyatakan Aceh bagian dari DI/TII Jawa Barat pada 20 September 1953. Setelah itu, pasukan Daud Beureuh menguasai berbagai kota di Aceh dan mempropagandakan rakyat Aceh untuk anti terhadap RI.

Berbagai cara juga dilakukan untuk memadamkan pemberontakan DI/TII Aceh. Salah satunya, mendatangkan pasukan dari Sumatera Utara dan Sumatera Tengah untuk mendesak pasukan TII Aceh hingga hutan.

Lalu, diadakan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh pada 17-28 Desember 1962 oleh Kolonel M. Yasin. Akhirnya, Daud Beureuh menerima hasil musyawarah dan kembali ke masyarakat.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
PKB dan NU Dinilai Memiliki...
PKB dan NU Dinilai Memiliki Hubungan Historis dan Ideologis Kuat
Multiverse, Global IR,...
Multiverse, Global IR, dan Tianxia: Membaca Ulang Dunia di Tengah Kesombongan dan Pengulangan Sejarah
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rekomendasi
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Berita Terkini
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved