Capaian Vaksin Booster Masih Rendah, Satgas Ingatkan Pentingnya Kekebalan Komunal
Rabu, 17 Agustus 2022 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, saat ini pemerintah terus menggencarkan upaya untuk melakukan vaksinasi booster. Namun saat ini angka pencapaiannya baru 50 juta orang.
Masih diperlukan upaya kuat mendorong masyarakat agar mau melakukan vaksin booster. Apalagi, saat ini pemerintah juga telah mulai melakukan vaksin booster kedua bagi tenaga kesehatan.
Lebih lanjut dia mengatakan, pandemi yang terjadi hampir dua tahun lamanya telah membawa banyak perubahan bagi masyarakat, termasuk pola hidup sehat. Bagaimana ketika aktivitas terbatas di rumah, namun dituntut tetap sehat dengan olahraga sendiri.
"Dua tahun terakhir banyak yang berubah, kita dipaksa berubah mengikuti kondisi saat pandemi. Kita seperti berhadapan dengan kasus naik turun dan yang berimbas pada banyak kebijakan, ini menjadi pembelajaran. Dua tahun kita juga beradaptasi dengan perilaku hidup sehat,” katanya.
Selain masalah pandemi, tantangan ke depan yang perlu diatasi adalah stunting agar Indonesia kuat. “Jangan sampai karena masalah kualitas SDM, bisa mempengaruhi modal demografi Indonesia tidak bisa menjadi negara maju,” pungkasnya.
Masih diperlukan upaya kuat mendorong masyarakat agar mau melakukan vaksin booster. Apalagi, saat ini pemerintah juga telah mulai melakukan vaksin booster kedua bagi tenaga kesehatan.
Lebih lanjut dia mengatakan, pandemi yang terjadi hampir dua tahun lamanya telah membawa banyak perubahan bagi masyarakat, termasuk pola hidup sehat. Bagaimana ketika aktivitas terbatas di rumah, namun dituntut tetap sehat dengan olahraga sendiri.
"Dua tahun terakhir banyak yang berubah, kita dipaksa berubah mengikuti kondisi saat pandemi. Kita seperti berhadapan dengan kasus naik turun dan yang berimbas pada banyak kebijakan, ini menjadi pembelajaran. Dua tahun kita juga beradaptasi dengan perilaku hidup sehat,” katanya.
Selain masalah pandemi, tantangan ke depan yang perlu diatasi adalah stunting agar Indonesia kuat. “Jangan sampai karena masalah kualitas SDM, bisa mempengaruhi modal demografi Indonesia tidak bisa menjadi negara maju,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :