Hasan Nasbi Sebut Politik Gagasan KIB Lawan Politik Panggung
Senin, 15 Agustus 2022 - 14:42 WIB
loading...
Founder Cyrus Network, Hasan Nasbi mengatakan, bahwa politik gagasan yang diusung KIB, merupakan perbandingan yang berlawanan dari politik panggung. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Politik gagasan yang diusung oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) , dinilai merupakan perbandingan yang berlawanan dari politik panggung. Pandangan tersebut disampaikan oleh pengamat politik sekaligus Founder Cyrus Network, Hasan Nasbi.
"Politik gagasan ini diharapkan menggeser politik lenggak lenggok atau politik catwalk. Sebab kita harus mencari pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan kita, bukan sekadar pemimpin yang memenuhi dahaga publik untuk mendapatkan hiburan," kata Hasan dalam keterangannya, Senin (15/8/2022).
Baca juga: Pengamat soal Pernyataan Airlangga: KIB Sasar Pendukung Jokowi
Diketahui, KIB meluncurkan visi-misi dan program kerja bersama, di Surabaya, Minggu 14 Agustus 2022. Menurut Hasan Nasbi, ini merupakan kemajuan karena selama ini koalisi kerap dibentuk di detik-detik akhir tanpa punya kesempatan merumuskan visi misi dan program kerja bersama.
"Ikatan mereka selama ini hanya selembar kertas MoU beberapa jam atau beberapa hari menjelang pendaftaran. Atau ikatan karena mendukung calon populer tertentu saja," ungkap Hasan.
"Politik gagasan ini diharapkan menggeser politik lenggak lenggok atau politik catwalk. Sebab kita harus mencari pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan kita, bukan sekadar pemimpin yang memenuhi dahaga publik untuk mendapatkan hiburan," kata Hasan dalam keterangannya, Senin (15/8/2022).
Baca juga: Pengamat soal Pernyataan Airlangga: KIB Sasar Pendukung Jokowi
Diketahui, KIB meluncurkan visi-misi dan program kerja bersama, di Surabaya, Minggu 14 Agustus 2022. Menurut Hasan Nasbi, ini merupakan kemajuan karena selama ini koalisi kerap dibentuk di detik-detik akhir tanpa punya kesempatan merumuskan visi misi dan program kerja bersama.
"Ikatan mereka selama ini hanya selembar kertas MoU beberapa jam atau beberapa hari menjelang pendaftaran. Atau ikatan karena mendukung calon populer tertentu saja," ungkap Hasan.
Lihat Juga :