BMKG Tegaskan Komitmen Siap Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 09 Agustus 2022 - 21:45 WIB
loading...
BMKG Tegaskan Komitmen...
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menegaskan lembaga yang dipimpinnya siap mengawal dan memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) , Dwikorita Karnawati menegaskan lembaga yang dipimpinnya siap mengawal dan memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Dengan seluruh sumber daya yang dimiliki, kata dia, BMKG juga akan terus berupaya meningkatkan layanan informasi cuaca dan iklim baik untuk kepentingan publik dan multi sektor, serta untuk kepentingan pengguna secara khusus atau customised, guna mendorong peningkatan daya saing komoditas pertanian yang berkelanjutan. Baca juga: Motif Ferdy Sambo Suruh Bharada E Tembak Brigadir J, Ini Kata Kapolri

Harapannya, ke depan kontribusi sektor pertanian terhadap pendapatan nasional dapat terus meningkat, melalui smart farming ataupun smart fishing yang memanfaatkan digital platform INFO BMKG.

Hal tersebut disampaikan Dwikorita dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) “Peran Info BMKG dalam Mendukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (8/8/2022).

Hadir dalam acara yang merupakan rangkaian peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-75 tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Dwikorita menyebut perubahan Iklim telah berada pada batas kondisi kritis yang akan menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Berbagai kejadian ekstrem dan bencana hidrometeorologi mengakibatkan aktivitas pertanian dan perikanan semakin rentan terganggu, gagal dan bahkan mengancam produktivitas hasil panen dan tangkap ikan, serta mengancam keselamatan para petani dan nelayan.

"Situasi ini dikhawatirkan mengancam terhadap ketahanan pangan dapat berakibat pula pada terganggunya kedaulatan pangan," ujarnya dikutip, Selasa (9/8/2022).

Untuk menghadapi hal tersebut, lanjut Dwikorita, sejumlah jurus diterapkan BMKG. Pertama, dengan penyiapan sumber daya manusia yang unggul melalui berbagai program tugas belajar ke jenjang S3, juga training/pelatihan, magang atau internship.

Kedua, penggunaan teknologi yang canggih dengan memanfaatkan satelit cuaca resolusi tinggi, radar cuaca, berbagai peralatan observasi terkini yang dilengkapi dengan big data dan artificial inteligent (AI) dalam melakukan analitik, pemodelan, prakiraan, prediksi dan proyeksi. Ketiga, media komunikasi multiplatform terkini.

Dwikorita menuturkan untuk menyebarluaskan informasi cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami agar mudah dipahami dan diterapkan, BMKG terus menggalakkan edukasi dan literasi untuk masyarakat dan pengguna informasi tersebut. Bahkan, secara berkelanjutan sejak tahun 2011 BMKG menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) agar petani dan tenaga penyuluh pertanian bisa memanfaatkan informasi dan prakiraan cuaca dengan baik serta mampu beradaptasi dengan situasi cuaca dan iklim kekinian.

“Dalam sepuluh tahun terakhir, pelaksanaan SLI telah menjangkau 451 lokasi di tingkat kabupaten, di 33 provinsi, serta telah melatih 16.000 peserta. Alhamdulillah, dampaknya sudah terasa dimana produktivitas lahan rata-rata meningkat hingga 30 persen,” jelasnya.

Sedangkan di sektor kelautan dan perikanan, lanjutnya, BMKG mengembangkan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) guna meningkatkan pemahaman dan pengetahuan nelayan terhadap informasi cuaca maritim. Sejak tahun 2016-2021, SLCN sendiri telah memfasilitasi 10.118 peserta di 159 lokasi yang tersebar di 33 provinsi wilayah Indonesia.

“Pemahaman yang lebih baik terhadap informasi cuaca yang diintegrasikan dengan fishing ground membawa perubahan paradigma dari “mencari ikan” menjadi “menangkap ikan”, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan di laut akibat faktor cuaca,” paparnya.

Sementara itu, Dwikorita menyampaikan bahwa tujuan Rakornas ini dilaksanakan adalah pertama, membahas kebijakan serta sistem yang teruji dan tangguh guna menjamin ketahanan dan kedaulatan pangan secara merata dan berkesinambungan. Kedua, menguatkan peran strategis sistem informasi BMKG untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan.

Ketiga, memperluas cakupan forum Sekolah Lapang Iklim (SLI) dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) dengan melibatkan berbagai pihak terkait untuk mengakselerasi terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan. Baca juga: Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Dwikorita berharap melalui Rakornas BMKG ini dapat tersusun matriks rencana tindak lanjut secara tepat, komprehensif, dan sinergis dengan melibatkan multi sektor dan pihak terkait untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan. Selain itu, akan dihasilkan pula dalam Rakornas ini Buku Putih atau "White Paper" yang dapat menjadi salah satu acuan penajaman dan peningkatan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait dan dengan dukungan Info BMKG terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Momen Prabowo Panen...
Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Polri Target Bangun...
Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada 2026
Didampingi Kapolri,...
Didampingi Kapolri, Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan-SPPG Polri di Tuban
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Rekomendasi
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved