7 Pahlawan Muslimah Indonesia, Dari Lawan Penjajah Hingga Kesetaraan
Selasa, 09 Agustus 2022 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Teladani Sikap Pahlawan untuk Jadi Pahlawan Masa Depan
6. Syekhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyah
Mungkin banyak yang belum mengenal sosok pahlawan muslimah satu ini. Wanita yang lahir pada 1900 ini merupakan seorang reformator pendidikan yang mempertahankan Sekolah Diniyah Putri di Padang Panjang.
Dia juga sempat mendapat sanjungan dari salah satu petinggi Universitas Al-Azhar Mesir datang ke Padang. Petinggi ini kagum akan sekolah yang dibuat oleh Syekhah Rahmah.
Universitas Al-Azhar akhirnya membuka Kulliyatul Lil Banat—fakultas khusus untuk perempuan yang direalisasikan pada 1962, dan Syekhah Rahmah diberikan gelar kehormatan "Syekhah" oleh Universitas Al-Azhar.
7. Sultanah Safiatuddin
Kembali datang dari daratan Aceh, Sultanah Safiatuddin merupakan wanita pertama di Kesultanan Aceh Darussalam. Wanita kelahiran 1612 itu diangkat setelah suaminya Sultan Iskandar Tsani wafat pada 1641 M .
Pada masa kepemimpinan awalnya banyak yang menentang terkait kepemimpinan tidak boleh dipegang oleh seorang wanita. Namun hal tersebut di jawab dengan hasil kerjanya.
Beberapa bentuk pemerintahan telah dibuatnya dengan berinovasi seperti, mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga stabilitas politik di tengah kolonialisme bangsa barat, membuat sistem pemerintahan yang efektif, mengatur komunikasi politik, ataupun memberikan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
6. Syekhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyah
Mungkin banyak yang belum mengenal sosok pahlawan muslimah satu ini. Wanita yang lahir pada 1900 ini merupakan seorang reformator pendidikan yang mempertahankan Sekolah Diniyah Putri di Padang Panjang.
Dia juga sempat mendapat sanjungan dari salah satu petinggi Universitas Al-Azhar Mesir datang ke Padang. Petinggi ini kagum akan sekolah yang dibuat oleh Syekhah Rahmah.
Universitas Al-Azhar akhirnya membuka Kulliyatul Lil Banat—fakultas khusus untuk perempuan yang direalisasikan pada 1962, dan Syekhah Rahmah diberikan gelar kehormatan "Syekhah" oleh Universitas Al-Azhar.
7. Sultanah Safiatuddin
Kembali datang dari daratan Aceh, Sultanah Safiatuddin merupakan wanita pertama di Kesultanan Aceh Darussalam. Wanita kelahiran 1612 itu diangkat setelah suaminya Sultan Iskandar Tsani wafat pada 1641 M .
Pada masa kepemimpinan awalnya banyak yang menentang terkait kepemimpinan tidak boleh dipegang oleh seorang wanita. Namun hal tersebut di jawab dengan hasil kerjanya.
Beberapa bentuk pemerintahan telah dibuatnya dengan berinovasi seperti, mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga stabilitas politik di tengah kolonialisme bangsa barat, membuat sistem pemerintahan yang efektif, mengatur komunikasi politik, ataupun memberikan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
(bim)
Lihat Juga :