Diplomasi ASEAN Pascapandemi

Senin, 08 Agustus 2022 - 19:21 WIB
loading...
A A A
Agresivitas Beijing di Laut China Selatan juga menjadi benih sengketa berbahaya. Peristiwa ini telah memicu kekhawatiran banyak negara anggota ASEAN seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, hingga Indonesia. Superpower AS hingga Australia juga terus merespons situasi tersebut.

Kekhawatiran instabilitas itu semakin menemukan argumennya tatkala kita melihat potensi kehadirannuclear powerseperti China dan Korea Utara, serta AS dan Australia di Pasifik. Kerja sama AUKUS dan pengembangan kapal selam nuklir Australia, misalnya, telah menambah kegelisahan. Mewujudkan kawasan yang bebas nuklir telah lama diupayakan melaluiSoutheast Asia Nuclear Weapon Free Zone/SEANWFZ (Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara).

Karenanya, pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Singapura pada Rabu (1/8) lalu penting dalam kerangka penegasan cita-cita itu. Kawasan bebas nuklirini diyakini menjadi prasyarat keamanan dan perdamaian kawasan Asia Tenggara. Pada tahap berikutnya, keamanan dan perdamaian kawasan menjadi penunjang kemakmuran ASEAN. Kemakmuran inilah yang diharapkan bisa dirasakan semua orang.

Kedua, membuat kerja sama regional berhasil bagi semua orang di kawasan juga penuh tantangan karena hingga usia ke-55 ini ASEAN masih terasa sebagai organisasi di tingkat atas yangstate-centric. Sejauh mana masyarakat bisa memahami keberadaan ASEAN dan merasakan langsung manfaatnya menjadi kebutuhan tak terelakkan? Hubungan antarpenduduk ASEAN (people to people relations) masih butuh peningkatan.Apalagi pandemi Covid-19 juga turut memperlambat hal itu. Apalagi di saat pandemi belum sepenuhnya pergi, kita menghadapi juga bahaya cacar monyet yang mengkhawatirkan.

Representasi Kepentingan
Meminjam pemikiran Paul Sharp,Who Need Diplomats: The problem of Diplomatic Representationdi International Journal (1997: 609-634), diplomasi selalu erat kaitannyadengan representasikepentingan. Berkaca pada kepentingan besar ASEAN di muka, sejumlah langkah diplomasi nyata diperlukan.

Pertama, terhadap masalah-masalah krusial di bidang stabilitas keamanan, pencarian solusi damai melalui saluran diplomasi multilateral yang gigih diperlukan. Apalagi jika hal itu terkait dengan negara besar dan pemilik nuklir. Semua itu dimaksudkan agar stabilitas kawasan bisa terus baik ke depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
Rekomendasi
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 31: Bunda Latifah Terus Mendesak Mining Untuk Segera Mencari Jaka
Berita Terkini
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved